Tampilkan postingan dengan label * Fanfic Singkat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label * Fanfic Singkat. Tampilkan semua postingan
Rabu, 24 April 2013

Loving you, always loving you.

Created : Bima arsa
Genre : love

Loving you, always loving you.

"Hari ini kujalani dengan berat, badanku rasanya lemas dan lunglai. Coba saja ada engkau di sisiku, mungkin aku bisa kembali bersemangat. Tapi, itu semua hanya mimpi saja, semua sudah berlalu seperti debu yang terbang di bawa angin. Engkau yang ku cintai telah pergi ke tempat yang tidak bisa ku gapai. Oh kasih, ku benar benar rindu akan setiap kasih sayang yang engkau berikan kepadaku. Sungguh, hati ini benar benar merindukan mu. Senyum mu, canda mu, tawa mu, dan tangis mu, aku rindu semua itu. Senang susah kita lewati bersama. Aku sayang kamu." ujarku dalam batin sambil memandangi nissan istriku. Beberapa menit ku termenung terpaku di depan batu yang terukir nama istriku. Aku memulai meneteskan air mata walau tidak terlalu banyak, usiaku kini sudah beranjang 70 tahun lebih, sepertinya sedikit lagi aku bisa menyusulnya di ke abadian.
"Kek ayo pulang, hari sudah mulai sore, nanti kakek bisa sakit kalau harus terus berada di sini." bujuk seorang gadis bernama Cleo.
Cleo adalah salah satu perawat di panti jompo. Aku adalah kakek-kakek yang tinggal di sebuah panti jompo. Kini aku duduk di kursi roda, kaki ku yang reot sudah tak mampu untuk berjalan. Aku sangat berterimakasih kepada Tuhan karena masih ada yang mau merawat ku.
"Iiiyaa... ta..tapi kamu dengar cerita kake da..dahulu." balasku ke Cleo dengan terbata-bata.
"Baiklah." jawabnya singkat sambil tersenyum kepadaku.
***
"Cerita ini terjadi pada tanggal 29 mei 2013 (45 tahun yang lalu) ketika itu aku berumur 25 tahun. Ya, memang masih muda aku waktu itu, badanku masih kuat dan kekar. Aku hidup di keluarga yang lumayan sulit ekonominya. Bapak ku seorang buruh tani yang kerjanya tidak menentu, sedangkan ibu ku adalah seorang kuli panggul pasar, badan ibu ku membungkuk akibat terlalu sering memikul beban berat. Walaupun keadaan kami sulit, tapi keluarga ini di penuhi banyak cinta. Badan ibu ku membungkuk akibat terlalu sering memikul bedan berat. Keadaan semakin sulit saat bapak ku mengalami katarak, ibu ku juga sudah tua dan tidak bisa bekerja lagi. Setelah semua kejadian itu, aku jadi tulang punggung keluarga. Akhirnya aku menjadi seorang kuli bangunan, hanya itu yang bisa ku lakukan untuk meringankan beban di keluarga. Setahun berlalu, kini bapak ku telah wafat karena sakit keras dan faktor usia, 1 bulan kemudian ibu juga pergi meninggalkan aku karena jatuh di kamar mandi dan mengalami pendarahan yang banyak dan juga telat membawanya ke rumah sakit. Sungguh sedih aku waktu itu." ucap ku kepada Cleo dengan suara yang pelan dan sedikit tidak jelas.
"Uhuk uhuk, hueekk!" aku terbatuk dan mengeluarkan darah yang lumayan banyak.
"Kakek!! aku akan panggilkan dokter!!" ujar Cleo tampak cemas dan hendak pergi meminta bantuan.
"Tu.. tunggu nak! uhuk uhuk!" dengan suara pelan dan sedikit terbatuk-batuk ku mencoba mencegah Cleo.
Cleopun mengurungkan niatnya dan langsumg memegang tanganku yang keriput dan dingin, kemudian secara perlahan dia memgelap darah yang ada di sekitar bibir ku dengan sapu tangan berwarna merah muda miliknya. Terlihat dari wajahnya yang cantik mulai basah akibat tetesan air matanya.
"Kamu jangan pergi Cleo, kakek belum selesai cerita, ku mohon dengarkan sampai selesai." pinta ku sambil memandang wajahnya yang cantik.
"Iya kek, pelan pelan saja ceritanya." balasnya yang masih terus mengusap darah yang ada di sekitar bibir ku.
***
"Setelah kematian bapak dan ibuku, aku pergi merantau ke Jakarta. Aku ke Jakarta karena di ajak oleh teman ku, tepatnya sahabat baik ku. Kami bekerja sebagai buruh pabrik di PT. Baja48. Hari hari ku jalani dengan lapang dada dan senyuman. Tibalah di mana saat aku bertemu pertamakali dengan almarhumah, dia adalah gadis cantik bermata sipit, waktu pertama ku berjumpa dengan dirinya dia memegang beberapa balon. Entah mengapa hati kakek berdebar-debar tak karuan saat melihatnya. Dulu almarhumah adalah seorang penjual balon yang biasanya mangkal di pinggir taman tak jauh dari tempatku bekerja. Beberapa kali aku datang ke taman itu hanya untuk melihat senyumnya yang manis, dan beberapa kali juga aku duduk di tempat yang sama melihat dirinya dari jauh. Sore itu juga datang lagi, tepatnya yang ke 7 kalinya. Tapi, hari itu dia tidak ada, ku bertanya-tanya dalam hati kenapa dia tidak ada. Saat aku melamun tidak jelas membayangkan wajah sang almarhumah ada seseorang yang menepuk pundak ku dari belakang, sontak saja aku menoleh ke belakang, dan ternyata yang menepuk pundak ku adalah dia. Jantung ku berdebuk kencang tak karuan, belum sampai di situ, dia langsung duduk di sebelah sisi kanan ku, rasanya jantung ini mau copot dan berhenti berdetak. Ku hela nafas panjang dan ku hembuskan ke luar secara perlahan-lahan agar tidak grogi.
"Langit sore itu indah ya?" tanyanya sambil memandangi langit sore yang berwarna orange ke merah merahan.
"Iyaa..." jawab ku singkat.
"Aku sangat suka di sini, duduk memandangi langit dan melihat anak anak bermain bebas, rasanya ku juga ingin mengulang waktu itu." tuturnya dengan suara yang lembut.
"....." aku hanya bisa mendengarnya bercerita karena bingung mau berbicara apa.
"Oh iya lupa, namaku Cindy Gulla, kamu siapa? hehe" lanjutnya tersenyum kepadaku dan menyodorkan tangan kanannya.
"Aku Bima, salam kenal " balasku dan langsung menyambut tangannya yang halus.
"Aku lihat kamu suka ke sini beberapa kali, kamu suka menatap awan? atau suka melihat anak kecil? atau memandangi ku selama berjam jam??" tanyanya sedikit agak cerewet. Dan aku pun seperti di tembak dengan peluru nuklir saat dia menanyakan pertanyaan yang terakhir.
"Aku suka semuanya, menatap langit,melihat anak anak bermain dan memandangi wajah mu yang cantik " balas ku sedikit gombal. Cindy hanya tertawa kecil sambil menutup mulut dengan sebelah tangannya. Kamipun bercanda dan tertawa bersama hingga matahari terbenam, sungguh indah hari itu. Esok hari dan seterusnya aku selalu ke taman tempat Cindy menjual balon setelah aku pulang dari pabrik. Tidak terasa semua sudah berjalan selama 1 bulan lebih, di dalam 1 bulan itu banyak kejadian yang indah, kakek masih ingat betul ada kejadian yang tidak terlupakan. Waktu itu berlangsung pada sore hari, kami sedang asyik memandang langit sore yang indah, tiba-tiba saja hujan turun, kami pun segera berteduh. Kami berteduh di pinggir ruko, tapi ruko tersebut tutup, mungkin yang punya lagi pergi. Rasa dingin menghampiri kami, sampai-sampai Cindy menggigil kedinginan, bibirnyapun sudah pucat, tangannya mengkerut. Dengan sigap, aku buka jaket ku yang berwarna hitam, ku selimuti tubuhnya yang gemetaran dengan jaket itu. Selanjutnya ku dekap tubuh kecil itu dari belakang agar tidak kedinginan, kejadian itu berlangsung 30 menit lamanya. Langit mulai cerah, bulan sudah terlihat, hujan pun reda, tak terasa hari sudah malam. Ku gandeng tangan Cindy, ku ajak Cindy berjalan, kira-kira 10 meter jauhnya dari tempat tadi kami berteduh. Langkahku terhenti di depan seorang penjual ronde jahe. waktu yang memang sangat cocok, setelah kedinginan mengkonsumsi makanan yang hangat. Aku pesan 2 mangkok, tetapi Cindy tidak terlalu suka jahe, jadi ku putuskan saja untuk memesan 1 mangkok saja. Tak lama kemudian pesanan ku datang, semangkok ronde jahe yang hangat dan harum ku terima langsung dari si penjual. Kemudian kami mencari tempat untuk menyantap ronde jahe tersebut, kami jalan lagi 5 meter ke arah barat. Duduklah kami di bangku bawah pohon Cery. Udaranya sejuk, ya maklum habis hujan. Ku pandangi wajah Cindy, dia masih menggigil kedinginan. Langsung saja ku coba menyuapinya dengan sesendok ronde jahe yang hangat dan juga harum. Awalnya Cindy tidak mau karena dia tidak suka jahe. Tapi, terus ku bujuk dengan halus agar dia mau mengkonsumsinya, diapun mau pada akhirnya. Ku coba 1 suapan pertama, dia membuka mulutnya dengan ragu ragu, 1 sendok ronde jahe akhirnya masuk ke dalam mulutnya, ku lihat expresi wajahnya, dia menoleh ke arahku dengan tatapan aneh, akupun hanya tertawa kecil. Ternyata dia suka ronde jahe itu, semula aku yang memegang mangkuknya, eh dia langsung mengambilnya dari tanganku. Selanjutnya kami suap-suapan seperti sepasang kekasih. Setelah usai memakan ronde jahe, aku mengantarkan Cindy pulang karena sudah pukul 9 malam. Kami berjalan berdua menyusuri kolong bintang yang indah, sungguh indah hidup kake melihat wajah Cindy yang cantik di terpa sinar rembulan.
"Ada yang salah dengan ku ya mas?" tanyanya polos sambil memasang muka cemberut.
"Ga ada kok, hehe" jawab ku langsung memalingkan wajah menatap langit.
"Iiihh!" Cindy langsung mencubit pinggangku dan langsung pergi kabur. Aku langsung mengejarnya, dengan mudah kakek menyusulnya, dia lari pelan karena wanita.
"Bugghh!"
"Aduhh!" ucapnya merintis kesakitan sembari memegang lututnya yang luka akibat terjatuh. Ku keluarkan sapu tangan dan ku husap lukanya hingga bersih. Kami melanjutkan perjalanan ke rumah almarhumah, kakek menggendong dia karena almarhumah tidak bisa berjalan, kakinya sakit. Badannya lumayan berat, punggung kakek terasa hangat waktu itu. Setelah 30 menit kakek akhirnya sampai di depan sebuah kost-kostan yang berjejer, warna kost-kostan yang berjejer di dominasi warna hijau. Langkah ku terhenti di pintu No. 8, ya benar, itu tempat Cindy tinggal. Kamipun masuk ke dalam rumah yang terdiri dari 1 ruang tamu, 1 kamar tidur dan 1 dapur di sebelahnya kamar mandi, tiap ruangan hanya berukuran 3 x 3 meter saja. Walaupun ruangannya kecil tapi ruangan itu bersih dan harum seperti wangi di tubuhnya. Aku meletakan Cindy di atas kasur busa yang kecil karena sudah tak kuat menggendong dirinya yang lumayan berat. Rasanya pundak ku encok sesaat waktu. Karena lelah, ku juga duduk di atas kasur busa itu, tepatnya di sebelah Cindy.
"Mas makasih ya untuk hari ini" ujarnya menatapku dengan matanya yang coklat dan juga indah.
"Iyaa" balasku singkat karena masih kelelahan.
"Mmuach" Cindy mencium pipi kiri ku.
"Itu ucapan terima kasih buat kamu" katanya dan langsung memegang tangan ku.
firasat ku tidak enak Cindy memandang ku sangat, sangat dalam, sepertinya dia mau melakukan sesuatu.
"Cindy kita belum menikah, sabar ya perbuatan zinah itu ga baik. Nanti kamu akan ku lamar, kalau uangnya sudah cukup." kata ku memberi nasehat dan sebuah janji yang tulus.
"Maafkan aku mas, aku menyesal, benarkah itu?? aku akan terus menunggu hingga uangnya cukup." balasnya dengan mata yang berbinar binar.
"Benar, aku janji, jadi sabarlah. Aku pamit pulang dahulu, tidak enak sama tetangga" kataku sambil melepas tangan Cindy yang memegang tangan ku. Kakek langsung keluar dari kamarnya yang bersih dan harum, dan selanjutnya menuju ke depan kost tempat Cindy tinggal. Dari belakang Cindy mengikuti kakek, dia mengantar sampai depan pintu. Terlihat senyumnya yang manis terpancar dari raut bibir yang sering ku lihat.
"Hati hati ya mas." ucapnya dengan lembut.
"Iya." jawab ku singkat dan langsung pergi meninggalkan kost-kostan itu. Sepanjang perjalanan pulang kakek selalu terbayang bayang akan wajahnya, sepertinya hanya dia yang ada di benak kakek waktu itu. Setelah 1 jam lebih perjalanan pulang menuju kost tempat kakek tinggal, kakek pun sampai. Beda sekali dengan kost tempat Cindy tinggal, kamar kakek berantakan dan bau lelaki. Baju berserakan, mangkok, gelas dan piring bekas makanpun masih tergeletak di lantai. Haha, itulah lelaki. Dalam 1 bulan mengenal Cindy, kakek bertukar cerita kehidupan dengannya. Ternyata dia juga  sama seperti ku, dia juga anak yatim piatu, orang tuanya meninggal saat dia masih kecil. Setelah orang tuanya meninggal, Cindy di asuh oleh neneknya. Neneknya juga meninggal dunia 3 tahun lalu karena penyakit jantung. Sekarang Cindy tinggal sendirian di kostnya. Pagi hari dia berjualan aneka kue, dan sore harinya dia berjualan balon. Penghasilannya seperempat dari gaji ku tiap bulan di pabrik, dan karena itulah kakek ingin segera mempersuntingnya menjadi seorang istri, agar dia tidak usah bekerja lagi, karena gaji ku lebih dari cukup untuk 2-4 orang perbulannya. Pagipun tiba, kakek bersemangat sekali bekerja waktu itu dan ingin cepat-cepat sore, karena hari itu kakek sudah janjian bertemu dengan Cindy untuk makan malam. Hari ini adalah akhir bulan, saatnya menerima gaji, uang yang sudah terkumpul rasanya juga sudah cukup untuk melamarnya. Niatnya kakek mau meminangnya nanti malam. Lelah hari karena bekerja di pabrik kini sudah usai, sore tiba, waktunya pulang. Kakek tidak langsung pergi ke rumah Cindy, kakek pulang dulu, mandi dan berpakaian serapih mungkin dan pastinya harus wangi karena mau bertemu Cindy. Semua persiapan sudah siap, rambutpun juga sudah di sisir, langsung saja aku pergi ke luar rumah, ku naiki motor hitam yang lumayan bagus, dengan kecepatan standart ku pacu kuda besi itu menuju kost-kostan Cindy, sebelum sampai ke rumahnya ku berhenti sejenak, tepatnya menepi ke sebuah toko bunga. Mataku tertuju pada bunga tulip kuning yang indah dan harum, langsung saja ku beli 2 tangkai. Setelah membeli bunga kakek menepi lagi ke sebuah toko perhiasan, di sana banyak perhiasan yang bagus-bagus. Tapi apa daya, kakek bukan orang kaya, pilihan ku jatuh kepada sepasang cincin emas yang indah dan tak terlalu mahal. Rasanya lengkap sudah persiapan untuk melamarnya. Setelah 20 menit lamanya ku pacu kuda besi ini, akhirnya sampai juga di kost-kostan Cindy. Di depan kost-kostan Cindy sudah duduk sambil tersenyum melihat ke arah ku. Kamipun masuk ke dalam kost-kostannya. Kami berjalan menuju meja makan sambil bergandengan tangan. Cindy terlihat lebih cantik dari hari hari sebelumnya, jantung ku berdebuk cepat seperti saat pertama kali melihat dirinya.
"Oh Tuhan, terimakasih atas karunia yang eng-KAU berikan, sungguh indah wanita yang ada di sisiku ini." kataku dalam batin waktu itu.
Makanan yang di hidangkan Cindy tampaknya lezat, banyak lauk pauk yang jarang ku makan, maklum aku tidak bisa memasak dan selalu makan di luar atau makan mie instan ketika malam menjelang.
"Kamu beli masakan di mana de??" ledek ku sambil tertawa kecil.
"Aku masak sendiri tau " jawabnya sembari menggenggam tangan ku dengan keras.
"Lama-lama remuk lho tangan ku" sindir ku dengan sedikit candaan.
"Eh, maaf mas, lagian kamu si ngeledek melulu, huft"
"Aku kan cuma bercanda, hehe"
"Iya aku tahu."
Kamipun langsung duduk di meja makan, tetapi sebelum duduk, aku membersihkan tempat duduknya, setelah itu aku baru duduk di depannya. Lampu di matikan, setelah gelap ku sulut lilin yang ada di meja, mungkin sekitar 6 lilin. Suasasana berubah drastis, terasa dunia ini hanya milik kami berdua. Selanjutnya kami melakukan dinner romance, sesekali ku meliriknya saat dia makan, hal serupa di lakukan Cindy. Tak jarang kami berpandang pandangan, setelah usai makan, langsung saja ku mulai proses pelamaran. Ku beranjak dari tempat duduk, lalu ku dekati dirinya yang menatap ku sedikit kebingungan.
"Ini apa?" tanyaku memegang 3 tangkai bunga tulip kuning.
"Bunga." jawabnya singkat.
"Bunganya buat siapa?"
"Buat aku ya?"
"Iya." jawab ku sambil memberikannya setangkai bunga tulip kuning.
"Lalu yang 2 tangkai lagi buat siapa?" lanjutku
"Buat kekasih gelap mu ya mas??" tanyanya polos memandang ku dengan mata curiga.
"Bukan sayang, yang 1 tangkai buat aku, dan 1 tangkai lagi buat hubungan kita ini." jawab ku yang langsung memegang tangannya sambil berlutut.
"Ko buat hubungan kita? nantikan layu mas bunganya, aku ga mau hubungan kita layu seperti bunga itu."
"Jika bunga itu layu atau mati, kenanglah dalam hati. Maksud dari inti perkataanku tadi adalah jika salah 1 di antara kita telah tiada meninggalkan dunia ini, kenanglah semua masa masa indah, sedih, susah maupun duka dalam hati. Jika aku telah tiada, kenanglah aku seperti itu, karena aku selalu hidup di dalam hatimu walaupun aku telah tiada." ucapku sambil menunjuk ke arah hati Cindy.
Cindy hanya tersenyum.
"Aku juga buat puisi untuk mu, mau denger ga?" lanjut ku memegang tangan Cindy yang halus.
"Emang bisa? haha, boleh deh." balasnya meledek ku. Memang tampang ku ini tidak seperti puitis, tapi aku buat semalaman puisi itu, otak ku sampai kehabisan energi, ibaratnya motor, bensinnya sudah habis.
"Firts love... Last love...
Ku suka dan slalu ku suka hirup udara ini..
Udara dingin nan sejuk yang terus menyirami raga ini..
Rintik demi rintik salju indah memanjakan mata..
Bertaburan sutra es tersusun indah menjadi lautan putih..
Lembut kasih mu..
Putih tulus sayang mu..
Kan kekal seperti salju di kutub selatan..
Yang selalu menenangkan jiwa..
Betapa beruntungnya aku..
Bisa mengenal mu..
Bisa bersamamu..
Kau bagaikan malaikat bersayap putih..
Di antara beribu ribu butiran salju turun..
Hanya kaulah yang paling indah..
Ku bisikan kepada waktu agar terpaku sesaat..
Dan ku bisikan kembali agar menyimpan kenangan ini..
Kau bagaikan lentera hangat di tengah lautan salju kutub utara..
Terhentilah langkah ku dalam pencarian cinta ini..
Kamulah pujaan hati yang ku cari..
Wanita yang ku tunggu sejak lama..

Maukah kau menikah dengan ku.." ujarku membacakan puisi kepada Cindy dan langsung mengambil kotak berwarna biru dari dalam sakuku, setelah itu ku buka kotak itu, terlihat sepasang cincin emas yang indah.
"Iii..iiya aku mau, sangat mau sayang." jawabnya terbata-bata bergelinang air mata.
Ku pakaikan cincin yang lebih kecil ke jari manis Cindy. Cindypun memasangkan cincin yang satunya lagi ke jemari manis ku. Ku cium tangannya, ku cium keningnya dan ku peluk badannya yang kecil dan juga harum. Setelah 1 menit, ku lepaskan dekapannya dari tubuhku. "Makasi mas, kamu telah menepati janji mu, aku berjanji akan slalu menjadi istri yang selalu sayang kepadamu dan anak-anak kita kelak." katanya yang masih menangis terharu.
Aku hanya mengangguk, tidak bisa berkata apa apa, sungguh indah moment ini, dan tak pernah ku lupakan." kataku bercerita kepada Cleo dengan nafas yang tersengal-sengal.
***
"Udah kek, udah. Kita kerumah sakit saja ya?" pinta Cleo yang sudah sangat khawatir kepadaku. Akupun tidak menghiraukannya dan bergegas melanjutkan cerita yang baru setengah jalan.
***
"Karena sudah malam, kakek pamitan kepada Cindy, seperti biasa dia mengantar kakek sampai pintu depan kost-kostannya. Besok juga kami janjian akan melakukan fitting baju dan foto preweeding. Ku pejamkan mata karena sudah sangat lelah menjalani aktivitas hari ini. Setelah 4 jam kakekpun bangun dan langsung pergi bekerja di pabrik, tapi sesampainya di sana, kakek meminta izin pada pak kepala pabrik untuk cuti selama 1 minggu lebih untuk persiapan menikah dan acara pernikahanku dengan Cindy. Permintaanku di kabulkan olehnya. Tanpa buang waktu ku pergi ke rumah Cindy, kami berdua bergegas cepat karena waktu yang mepet, tepatnya 1 minggu lagi kami akan melaksanakan upacara pernikahan. Seharian kami melakukan aktivitas untuk proses pernikahan. Walaupun lelah dan letih, Cindy tetap tersenyum dan terus menggandeng tanganku. Hari ini selesai, aku antar kan Cindy pulang ke kost-kostannya. Setelah bercanda sebentar di depan kost-kostannya aku pamit pulang. Hari ini juga ada janji dengan teman-teman pabrik, karena aku ingin menikah, jadi malam ini di adakan peste melepas status lajang di kostku. Aku hanya mengundang beberapa sahabat saja, karena kalau terlalu ramai tidak enak sama tetangga di sekitar. "Woy, lama amat lu! ayo kita main remi." sahut Roby seraya menocok kartu remi.
"Sorry, Cindy ngajak bercanda, jadi agak lama." jawabku langsung duduk bergabung dengan mereka.
"Cindy udah lu apain aja sob?" tanya Carwan yang sedang asyik merokok.
"Maksudnya? ya kagalah sob, Cindy gue jaga baik-baik, dia wanita yang istimewa bagiku." jawabku sambil bermain remi.
"Ahh bohong ni, kemaren gue lihat lu cipokan di sanah! hahaha" ujar si Arif ngomong ngawur.
"Njir, ya ga mungkinlah, salah orang lu bro, hahaha" ucapku menepis perkataan Arif yang ngawur. Karena aku tidak melakukan hal tersebut.
"Nih, gue bawa bir, rokok dan cemilan, kita main sampe pagi! hahaha" lanjutku menyodorkan barang yang tadi ku beli di supermarket dekat kost-kostan. Kamipun bermain hingga larut malam, sesekali ku bertanya kepada mereka tentang menjalin hubungan rumah tangga agar rukun dan harmonis. Mereka semua sudah berumah tangga, cuma aku saja yang belum, maklum saja di sana aku yang paling muda. Seperti biasa, si Arif selalu ngawur kalau aku bertanya, mungkin dia sudah mabuk akibat bir yang ku berikan. Waktu sudah mulai larut malam, tepatnya pukul 1 pagi. Hati ini rasanya selalu gelisah, selalu terlintas Cindy di benakku. Beberapa fikiran negativepun timbul, lalu ku ambil Handphone, ku coba telepon dirinya, tapi selalu tidak di angkat, ku coba berulang ulang, 7 kali tanpa jawaban. Karena khawatir, aku langsung pergi ke kostnya. Perjalanan tidaklah lama, karena ku pacu kuda besi dengan kecepatan tinggi dan juga karena jalanan yang sudah sepi.  Dalam 10 menit, akhirnya ku tiba di depan kost yang sering ku datangi.
"Tok! tok! tok! Cindy ini aku Bima" kataku sembari mengetuk pintunya yang berwarna coklat. Ku coba sampai 3 kali, tapi tidak ada jawaban. Terlihat lubang kunci rusak di buka secara paksa. Firasatku menjadi semakin buruk, dengan segera ku masuk ke dalam kost-kostannya. "Oh Tuhan!! Cindy!!" teriakku kaget karena melihat Cindy yang sudah pingsan di lantai dengan luka di tangan kanannya. Dia mencoba bunuh diri dengan silet yang ada di samping tubuhnya. Entah mengapa dia lakukan semua itu, ingin ku bertanya kepada Cindy, tapi dia pingsan.
"Oh Tuhan, selamatkanlah dirinya, sungguh aku tidak bisa hidup tanpanya." ucapku dalam batin seraya menutupi tangannya yang tergores akibat sayatan silet dengan bajuku. Bajuku penuh dengan darah dirinya.
"Tolong! tolong! tolong!" teriakku dengan suara yang lumayan kencang, beberapa wargapun berdatangan menghampiri kami. Seorang warga menawarkan untuk memakai mobilnya untuk membawa Cindy ke rumah sakit. Waktu itu kakek terus berdo'a di sepanjang jalan agar Cindy tidak meninggal dunia. Sampailah kami di rumah sakit fourty eight, di sana sudah menunggu 2 orang suster dan 1 orang dokter siap dengan semua perlengkapan medis. Mereka sudah siap karena 10 menit sebelumnya aku telepon. Cindy langsung di rebahkan di atas kasur roda, para suster cekatan dan langsung membawa Cindy ke UGD. Semua ku serahkan pada mereka, aku hanya bisa duduk di depan ruang UGD sembari menatap lampu merah yang ada di atas atas pintu UGD. Aku tak kunjung berhenti berdo'a, aku hanya ingin dia selamat. 1 jam berlalu, dokter keluar membawa kabar baik. Cindy selamat walaupun kehilangan banyak darah, kata dokter untung saja langsung di bawa ke rumah sakit. Puji syukur ku panjatkan kepada Tuhan, beberapa menit kemudian sahabat-sahabatku berdatangan menyusulku ke rumah sakit. Tapi sayang, aku dan mereka bisa melihat keadaan Cindy karena masih ada di dalam ruang UGD. Susterpun keluar sambil mendorong kasur roda yang di atasnya terbaring Cindy masih pingsan dengan selang infus di tangannya. Kami langsung mengikuti suster dari belakang, setelah 3 menit berjalan, suster terhenti langkahnya di sebuah kamar bernomer 48.
"Maaf ya bapak-bapak, saudari ini butuh istirahat, hanya 1 orang saja yang boleh masuk ke dalam, siapa yang di sini keluarganya? silahkan masuk, tapi 1 orang saja." ujar si suster di depan pintu kamar.
"Saya sus, dia calon istriku!" sahutku dan langsung masuk ke dalam kamar.
"Gue dan semuanya tunggu di sini Bim." ucap Carwan mewakili sahabat-sahabatku.
"Kalo ada perlu apa-apa lu bilang aja." sambung Roby.
"Semoga Cindy cepat siuman." kata Arif menepuk pundakku.
"Makasih semuanya, gue ga akan melupakan semua jasa-jasa kalian." ucapku dan langsung masuk ke kamar.
Setelah aku masuk, terlihat seorang wanita terbaring pingsan dengan selang infus di tangannya. Dia adalah calon istriku, Cindy.
"Kenapa kau lakukan ini sayang? sungguh, aku belum siap kehilangan dirimu, hanya kamulah yang aku cintai, kamulah semangat hidup ini." ujarku sembari memegang tangannya yang dingin, aku sedikit menyesali kejadian ini, dan tak mau sampai terulang lagi. Berjam-jam ku tunggu Cindy siuman, tak sengaja ku tertidur.
"Ughh, di mana aku?" tanya Cindy dalam batinnya.
"Mas, mas aku sudah siuman." kata Cindy dengan suara pelan berbicara kepadaku yang masih tertidur.
"Hiks hiks, hu..hu..hu." dalam mimpi ku mendengar suara tangisan perempuan, dan suaranya seringku dengar. Itu suara Cindy, kataku dalam mimpi waktu itu. Akupun terbangun dari bunga tidur, ku lihat Cindy sudah siuman. Tapi, entah mengapa dia menangis. Apakah aku punya salah kepadanya yang menyebabkan dia menangis? tanyaku kembali dalam batin.
Dengan segera ku hapus air matanya dengan tangan yang lumayan kasar karena kerja di pabrik. Ku husap wajahnya yang masih pucat pasih.
"Maafkan aku mas." ucapnya dengan raut wajah bersedih.
"Kamu ga salah kok de." balasku yang masih mengusap wajahnya.
"Aku sudah ternodai, aku sudah tidak perawan, keperawananku di renggut paksa oleh lelaki yang tinggal dekat dengan kost-kostan ku. Maaf aku tidak bisa menjaga kesucianku untukmu, untukmu calon suamiku, aku tidak pantas untukmu mas." ucapnya menceritakan kronologis kejadian yang menimpanya setelah aku pulang melamar Cindy semalam.
"Lihat aku." ujarku memegang wajahnya yang masi pucat dan bersedih.
"Jadi itu alasanmu untuk bunuh diri? kau tahukan bunuh diri itu perbuatan yang di benci Tuhan." lanjutku memandang wajahnya yang cantik.
"Maaf mas, aku khilaf, aku waktu itu bingung." jawabnya
"Aku mencintaimu apa adanya sayang, hati ini hanya untukmu, jiwa, raga ini hanya untuk mu sayang. Aku tidak peduli kamu masih perawan atau tidak. Aku sangat mencintaimu." ucapku sembari menempelkan tangannya di dadaku, kemudian aku mencium tangannya.
"Jangan kau ulangi lagi peristiwa seperti ini, karena aku belum siap kehilanganmu." lanjutku melihatnya.
"Iii..iiya." jawabnya singkat.
Setelah itu, aku pergi keluar kamar dan membiarkan dia istirahat. Pagi ini indah, burung burung berkicau dengan indahnya, beberapa burung terlihat terbang bebas di luar kaca yang ku pandang. Carwan, Roby, dan Arif masih tertidur pulas di atas bangku depan kamar rawat rumah sakit tempat Cindy beristirahat. Aku langsung turun ke lantai bawah untuk membelikan sarapan kepada 3 orang sahabatku itu. Ya benar, Cindy sekarang di rawat pada lantai 2. Setelah semua terasa cukup dan di beli untuk sarapan, aku kembali lagi ke lantai 2 tempat Cindy di rawat.
"Bangun-bangun ada Angelina Jolie memakai baju seksi!" ucapku dengan suara lumayan kencang. Semuanya bangun, si Arief dengan polosnya mencari Angelina Jolie, padahalkan memang mustahil Jolie datang ke sini memakai baju seksi, kami semua akhirnya tertawa lepas.
"Eh Cindy gimana tuh?" tanya Carwan yang peduli kepadaku akan peristiwa ini.
"Dia udah siuman, lagi tidur." jawabku.
"Terus kok bisa sampai seperti itu?" sambung Roby sembari minum kopi susu hangat.
"Jadi, dia di perkosa dan depresi, kemudian karena merasa bersalah kepadaku dia mencoba bunuh diri." jawabku menceritakan kronologis kejadian itu.
2 hari sudah Cindy berada di rumah sakit, hari ke-3 dia boleh pulang ke rumah. Semua biaya sudah di bayar. 2 hari setelah pulang dari rumah sakit. Kami langsung menggelar acara pernikahan, banyak juga yang datang, walaupun kami tidak mempunyai banyak saudara. Acaranya meriah, pesta pernikahan berjalan seharian. Malamnya kami tidur seranjang. Kini Cindy tinggal bersamaku di sebuah kontrakan yang lumaya besar, ada 2 kamar 1 dapur,kamar mandi dan ruang keluarga. Seperti sepasang pengantin baru kami menjalani hubungan suami istri. Pernikahan kami sudah berusia 7 hari, Cindy mengeluh karena tidak bekerja, biasanya dia berjualan kue dan balon sore hari. Tabunganku tersisa 1 juta, kuputuskan saja untuk berjualan bakso di depan kontrakan. 500 ribu untuk membeli peralatan dan grobak, sedangkan 500 ribunya untuk membeli bahan-bahannya. Semua ku lakukan untuk Cindy, aku ingin selalu melihat dia tersenyum. Sewaktu di pabrik, aku mempromosikan bakso buatan istriku. Al hasil 10 orang tertarik ingin mencicipi bakso buatan Cindy. Sorepun tiba, waktunya aku pulang ke rumah juga mengajak beberapa teman untuk mampir ke kontrakanku.
"De gimana hari pertama jualannya ?" tanyaku ramah.
"Laris keras mas , baksoku mau habis, paling tinggal 10 porsi, hehe." jawabnya dengan gembira.
"Jangan terlalu capai ya de"
"Iya"
"Tolong buatin 10 porsi ya, buat temen-temenku, nanti aku yang bayar. Aku mau ganti baju." lanjutku mengelus rambut Cindy, dan langsung pergi ke dalam kontrakan untuk mengganti baju.
Sesuai pesananku, dalam beberapa menit jadilah 10 porsi bakso.
"Woy, nih udah jadi, ambil sendiri ya, kasihan istri gue cape, hahaha" sahutku kepada beberapa teman yang sedang asyik ngobrol di depan kontrakan.
"Cielah yang perhatian banget sama istrinya" ledek Carwan berbicara kepadaku dengan suara yang lumayan keras, semuanyapun tertawa, termaksud aku dan Cindy.
"Hahaha, tenang-tenang, hari ini gratis, tapi ada syaratnya?" ujarku dengan suara yang cukup kencang.
"Apa tuh syaratnya?" sahut si Roby.
"Bilang Cindy gulla baik, manis dan cantik." jawabku
"Cindy gulla baik, manis dan cantik." semua serentak berbicara seperti itu, dan langsung menghampiri bakso yang sudah di buat Cindy. Dalam beberapa menit semua bakso sudah habis, setelah makan mereka berpamitan pulang, ucapan terimakasihpun mengalir dari mulut beberapa orang. Terlihat senyuman Cindy yang manis terpancar. Baru 1 minggu jualan bakso, gerobak yang belum lama ku beli di ambil orang. Tidak berhenti sampai di situ, datanglah 2 orang ke kontrakan kami sembari marah marah. Mereka marah karena keracunan bakso buatan Cindy, sontak saja Cindy kaget dan langsung menangis di bahuku. Dengan perlahan ku suruh Cindy masuk ke dalam kamar, ku tutup pintunya.
"Hey saudaraku, kalian kekurangan uang? janganlah kau memfitnah istriku. Ini Rp 500.000, janganlah memfitnah lagi, cepat kalian pergi." ucapku menasehati mereka berdua dan memberikan sejumlah uang. Aku langsung masuk ke dalam melihat ke adaan Cindy.
"Mas aku..."
"Sudahlah, aku udah beresin mereka. Aku percaya kamu tidak akan melakukan hal itu." ucapku memotong perkataan Cindy, lalu ku hapus air matanya yang mengalir di pipi.
"Ini uang 1 juta rupiah untuk sebulan, Abang mau pergi ke luar kota selama 2 tahun, nanti aku kirimkan uang setiap bulannya. Maaf agak mendadak, aku juga baru di kasih tau oleh atasan." lanjutku kepada Cindy
"Hati-hati ya mas, jaga kesehatan." balasnya lalu mencium pipiku.
Pagi tiba, saatnya aku pergi ke Papua untuk bekerja. Cindy mengantarku sampai ke Airport 48.
"Pesawat Jekety Fourty Eight yang menuju papua akan segera berangkat, di harapkan penumpang menaiki pesawat." kata seseorang melalui pengeras suara.
"Aku pergi dulu ya de, jaga kesehatan, jaga dirimu baik-baik. Jika ada sesuatu telepon aku saja." ujarku sambil mengangkat koper hitam.
"Iya mas, kamu juga ya." jawabnya melepas genggaman tanganku.
"Aku pergi dulu, mmuach "
Setelah itu aku pergi meninggalkannya, ku lihat dirinya yang manis melambaikan tangan ke arahku. Saat itulah aku melihat Cindy untuk terakhir kalinya di Jakarta.
***
Beberapa bulan ku lewati di Papua tanpa istri tercinta, dalam beberapa bulan itu kami melepas rindu via telepon. Walaupun hanya teleponan rasa rindu sesaat akan terobati. Tak lupa ku kirimkan sejumlah uang tiap bulan untuknya, pekerjaanku di Papua lebih ringan dari pada di Jakarta karena aku di sana cuma mengatur para pekerja saja. Disana kakek di hormati, maklum saja, jabatan kakek disana seorang manager. 1 tahun lebih sudah kakek di Papua, sekarang (Waktu itu) tanggal 29 mei, tanggal di mana dia, aku ulang tahun dan Anniv pernikahan kita.
"Hallo selamat ulang tahun ya de, kabar kamu gimana?" ujarku melepas rindu lewat telepon.
"Iya mas, selamat ulang tahun juga ya, uhukk... uhuk... kabarku baik, mas di sana sehat-sehat sajakan? ade udah rindu banget nih mas." ujarnya sambil sedikit terbatuk.
"Kamu sakit? minum obat sana, aku juga rindu banget de. Sabar ya, dikit lagi abang pulang."
"Engga, iya ade tunggu."
Kami berdua berbicara lewat telepon selama setengah jam. Itulah cara kami melepas rindu.
Hari yang ku tunggu-tunggu tiba, genap sudah 2 tahun aku berada di Papua. Waktunya ku pulang menemui istri tercinta. Kakek pulang menggunakan pesawat yang sama saat pulang ke Jakarta. Sampailah kakek di bandara JKT48, kakek sampai dengan selamat. Karena ingin memberi surprise kepada Cindy, kakek tidak memberi tahu kalau kakek udah di Jakarta. Dengan semangat dan rindu yang setinggi gunung, aku menaiki taxi berwarna biru muda.
"Pak ke jalan kawaii48." ucapku kepada supir taxi yang sudah lumayan tua wajahnya, terlihat dari raut mukanya.
"Baik pak."
"Agak cepat ya, lagi buru-buru nih." ujarku sembari mencolek pak supir dari belakang. Pak supirpun mengerti apa kemauanku, pertama taxinya berjalan lumayan kencang, pas di jalan tol taxi tersebut melaju dengan sangat kencang. Sekitar 20 meter terlihat truk yang lumayan besar, tiba-tiba truk tersebut menabrak mobil di depannya.
"BRUAKGHH!!" taxi yang ku tumpangi menabrak truk di depannya, tabrakan beruntun tidak terelakan.
"Mas...mas... jangan tinggalkan aku." samar samar terdengar suara seorang perempuan. Setelah itu aku tidak ingat apa-apa.
"Nah sekarang kita sudah sampai rumah mas." kata seseorang perempuan
"a..uu..aaa..."
"Mas mau apa? mau makan?" tanya perempuan yang tidak asing suaranya.
"Itu Cindy! kenapa tanganku? kakiku? badanku? apakah aku lumpuh?" tanyaku dalam batin.
"Mataku?? aku tidak bisa melihat, oh Tuhan apa yang terjadi padaku?" lanjutku dalam hati.
"Aku kangen banget sama mas, mas kangen ga sama aku?" tanya Cindy dengan suara khasnya.
"Aku juga de, aku kangen sama kamu." balasku dalam batin.
"Walaupun mas buta, lumpuh, dan bisu. Aku tetap mencintai kamu. Ingat tidak? hati ini hanya punya kamu." ujarnya sambil mengangkat tanganku, akupun merasakan sesuatu yang hangat.
"Ternyata benar, aku buta, bisu dan lumpuh." ujarku dalam batin.
"Kata dokter, kamu masih bisa sembuh jika di ajak ke tempat kenangan-kenangan kita." lanjutnya tak henti-henti.
"Terimakasih Cindy, kamu masih setia denganku." kataku di lubuk hati.
"Besok kita ke taman ya, kalau sekarang sudah malam." sambung Cindy, kemudian dia menceritakan kembali kenangan indah yang kita lewati bersama. Setelah beberapa jam, suara Cindy sudah tidak terdengar lagi, mungkin dia tidur. Karena Cindy tidur, aku juga tidur.
"Mas... mas... bangun, udah pagi, uhh kamu bau, yehh ternyata poop. Aku ganti celananya? maaf ga sopan." ucap Cindy sembari membersihkan kotoran yang keluar dari duburku, setelah itu dia mengganti pakaianku. Tak lupa rambutku di sisir olehnya.
"Sebelum pergi, mas makan dulu, biar ga sakit."
Terasa seperti selang masuk kedalam mulutku. Sepertinya yang masuk setelah selang adalah bubur yang sedikit asin, setelah ku di cekoki bubur, sekarang (waktu itu) di cekoki air putih.
"Nah, sekarang sudah siap semua, kita ke taman ya? uhuk..uhukk." ucapnya yang langsung mendorongku, waktu itu aku menggunakan kursi roda.
"Sudah sampai ni, wah langitnya indah mas, ini dulu tempat kita pertama bertemu dulu lho, hehehe."
"Aku sayang banget sama kamu mas, hehe."
"Sekarang kita jalan lagi ya, sekarang banyak pepohonan yang tumbuh di pinggir jalan, rindang deh rasanya."
"Sampai juga mas, masih inget ga waktu hujan? terus makan ronde jahe? sekarang aku suka jahe lho, hehe."
"Nanti kalo aku meninggal jangan lupa tentang bunga tulipnya, walau nanti ku tiada, kenang aku slalu ya " ujarnya mendekapku dari belakang.
"Sekarang kita pulang ya?" lanjutnya mendorong kursi roda yang kududuki.
"Uhuk... sampai juga di kamar, mas aku udah tidak kuat..."
"Uhuk.. uhuk.." "Kamu kenapa de?? oh Tuhan, berikanlah kekuatan kepadaku." kataku dalam hati
"Aku senang bisa bersamamu, uhukk.. bisa mengenalmu, aku beruntung sekali... selamat tinggal... aku sayang kamu." ucapnya dengan terbata bata kemudian meninggal "Bugghh...!!"
"Cindy!!" ucapku teriak dengan kencang, suatu mukzizat dari Tuhan, aku bisa berbicara lagi. Perlahan demi perlahan pandanganku muali terlihat walaupun sedikit buram. Terlihat seseorang perempuan sudah terjatuh di lantai dekat kakiku. Oh tuhan itu Cindy, dia sudah tergulai lemas, ku coba gerakan kedua tangan dan kakiku. Hari itu benar-benar tak terduga, kaki dan tanganku bisa di gerakan, aku tidak lumpuh lagi. Langsung saja ku angkat badannya dan ku letakan kepalanya di pahaku.
"Kenapa dengan wajahmu?" tanyaku dalam batin. Benar-benar berbeda dari 2 tahun yang lalu, wajahnya berubah penuh luka, kulitnya juga. Apa yang terjadi dengannya, aku tak tahu. Cindy sudah tak bernafas, dia sudah pergi meninggalkan aku sekarang. Setelah memegan urat nadinya yang sudah tidak berdenyut, aku langsung mendekap badannya yang sudah dingin. Terlihat amplop biru di tangannya, segera ku ambil dan kubaca. Sungguh ironi, itu adalah keluhnya selama di tinggal aku. Ternyata dia mengidap penyakit kulit dan tumor payudara. Pantas saja ketika di telefon sering batuk-batuk, ternyata dia sedang sakit keras. Dia juga tidak malu pergi keluar menemaniku walaupun Cindy mempunyai penyakit kulit yang mengerikan, bagaimana bisa dia bertahan selama berbulan-bulan dengan penyakit kulit itu. Aku berjanji akan selalu mencintaimu seperti tulip itu." ujarku menceritakan kronologis perjalanan hidupku kepada Cleo.
***
"Uhhuukk...Hueeekk" akupun batuk berdarah, sepertinya sudah saatnya aku bertemu dengan sang Almarhumah.
"Kakeekk!!" teriak histeris Cleo.
"Cleo, kakek punya 1 permintaan terakhir, to..to..long kuburkan kakek di sa..sa..mping almarhumah istri ka..kek, Uhhuukkk... aku mencintaimu Cindy." ucapku terbata bata kepada Cleo dan langsung menghembuskan nafas terakhir.
***
Sesuai dengan permintaan sang kakek, Cleo menguburkannya di samping kuburan istrinya. Banyak yang hadir di saat pemakaman karena sang kakek adalah seorang pemilik perusahaan yang terkenal. Tetapi perusahaannya di berikan kepada sahabatnya, alasannya karena sudah tua dan ingin menikmati kisah tuanya. Kakek itu juga mendirikan sebuah panti asuhan yang cukup besar. Nama panti asuhan itu adalah Bici (Bima dan Cindy), sebenarnya itu adalah nama untuk anak mereka, tetapi karena tidak menpunyai anak sepanjang hayat hidupnya, dia memberikan nama tersebut ke panti asuhannya yang dia buat.

THE END
Rabu, 27 Maret 2013

Intens Nissan Kuburan.


Created By : Bima arsa
Genre : Humor

"Hallo pemirsa kuburan di manapun anda berada, kembali lagi bersama saya, kunti venyrose, sa a aya akan membahas info tentang aktris dan artis kuburan jengkol permai, selama 30 menit kita akan bahas setajam pisau sunatt!! hihihi" ujar kunti Venyrose dengan logat khasnya di atas bangku goyang yang lumayan tua.
"Berita pertama berasal dari Aktris Tuyul Ogi Bieber, Tuyul yang 1 ini memang sangat istimewa, bagaimana tidak, sekali dayung, 3 kunti cantik di dapatnya, tuyul yang satu ini adalah playboy, sekarang kita langsung saja saksikan wawancara exsklusif secara langsung bersama kolor ijo rada gila, ke Teee kaaa peee!" sambung kunti Venyrose menggoyang goyangkan bangku hingga jatuh tersungkur kebawah.
"Lihat pemirsa, Tuyul Ogi sedang bersama 3 kunti cantik!" ucap kolor ijo bernama Fhand dari dalam semak semak bersama kameramennya berwujud mumi, panggil saja aziz.
"Kamu bertiga manis deh" kata Tuyul Ogi bieber mengusap rambut para kunti di atas pohon melinjo.
tiba tiba saja, sinder selena Della datang dari belakang membawa pasukan para sinder bolong, jumlah mereka kira kira 15, dengan wajah kesal mereka menenteng ember berisikan air empang yang bau, habislah Tuyul Ogi Bieber di Bully mulai dari di siram air tinja sampai di tampar 1 persatu.
"Prakk!!" tamparan Sinder Selena Della mendarat keras ke pipi kiri Ogi, bahkan giginya sampai copot.
"Walaupun aku hantu, aku punya hati!!" ucap Sinder Selena Della pergi.
"Aduh sakit, tapi ga apa apadah, untung masih ada Civia" kata Tuyul Ogi bieber sambil tersenyum memikirkan kekasih gelapnya.
"Np Butiran debu?, kasian juga ya Selena Della sampe ngetwett begitu." ujar kolor ijo Fhand yang sedang asik main twitter membaca twett dari Sinder Selena Della.
"Eh bego, sekarang onair, lu lagi di tv, tolol!!." seru mumi Aziz yang kesal akan tingkah laku Fhand.
"Bego an lu, ga bilangin gue!!." jawab Fhand yang juga kesal.
"Yang salah siapa jadinya!!" tanya mumi Aziz, tensi suasana mulai memanas antara kameramen dan wartawan intens kuburuan permai.
"Yang salah si babi ngepet noh, dia makan menyan ga bagi-bagi kita!" jawab Fhand dengan mata yang melotot.
"Yaudah gebukin aja tuh Pijar si babi ngepet!!" ucap Aziz ga kalah ngototnya ke Fhand.
"Baikan dulu ya?" tanya Fhand sambil mengancungkan jari kelingking.
"Iya, pelukan dulu dong:D" jawab Aziz, mereka berdua berpelukan, setelah berpelukan mereka gandengan tangan menuju tempat Pijar.

"Haduh kok jadi gini sih!! sabar sabar, orang sabar kentutnya wangi." ujar kunti Venyrose di studio 6 kuburan permai jakarta barat.
"Pemirsa!! nasib Tuyul Ogi sangat suram!! dia di labrak oleh mantan pacarnya, hahaha, sekarang berlanjut ke berita yang ke 2, idol grup KBR48 penghuni kuburan, nampaknya mereka sedang naik nissan!! apa rahasia mereka?! langsung saja ke Tee Kaa, bosen juga kalo ngomong TKP, saya bukan dalang parto OVJ!! yaudah sanah liat sendiri!!." kata kunti Venyrose marah marah sendiri ga jelas dan langsung makan cabe sekilo.
Di sana sudah ada grandaruo berbadan besar dan berbulu hitam dia adalah wartawan yang akan bertanya tanya kepada member KBR48, grandaruo itu di temani oleh sahabatnya yang seorang kameramen berwujud wolfman.
"Van ko kalian bisa sampai terkenal si, bahkan bisa mengelilingi kuburan kuburan di Indonesia?" tanya grandaruo yang bernama Carwan.
"Ga tau dah, aku lagi sibuk bye~" jawab Vanka seorang suster ngesot salah seorang member KBR48.
Dengan muka memelas sambil memegang batang singkong pengganti mike Carwan si grandaruo berdiri seperti patung, tanpa buang buang waktu langsung menghampiri member KBR48 yang lain.
"Sinka aku mau tanya, boleh ga?" ujar Carwan sekali lagi mencoba mencari info tentang KBR48.
"Siapa si? so kenal banget." jawab Sinka si suster ngesot dan langsung pergi.
"Bentar daong Sin, jangan pergi, aku galau tanpamu." sahut Carwan yang langsung mengejar Sinka.
"Tolong tolong aku mau di perkosa!!" teriak Sinta histeris meminta pertolongan warga kuburan yang lain.
Semua fans fans KBR48 langsung berduyun duyun menghampiri Carwan yang tak bersalah.
"Bukgghh bughkkk" Carwan habis di hajar masa, sementara sahabatnya sang kameramen malah asik ngobrol dengan member KBR48 yang lain bernama Yona, si carwan langsung naik darah karena tidak di bantu oleh sahabatnya.
"Temen macem apa si lu!!, gue di gebukin malah ngobrol sama cewe!!" sahut Carwan dengan nada tinggi.
"Mampus, ahhaha" ujar wolfman Bambang tertawa terbahak bahak melihat muka Carwan yang habis di pukuli masa.
"Yaudah jangan berantem, kamu mau nanya apa?" sela Yona merelai perdebatan antara Carwan dan Bambang.
"KBR48 ko bisa sukses sampai banyak fansnya?" tanya Carwan dengan muka betenya.
"Jadi KBR48 terbentuk karena ga mau kalah sama girlband Cherrynisan, jadi aku dan teman teman buat idol grup, setelah di buat dan perfome ga tau kenapa banyak yang suka, eh jadi sukses deh, eheheh" kata Yona sambil memainkan rambutnya.
"Ohh jadi begitu, terimakasih ya Yona." kata Carwan yang langsung meninggalkan Yona, beda dengan Carwan, Bambang si manuisa Wolfman malah mengajak Yona ngedate, Yona pun menerima tawaran Bambang, karena kesal Carwan akhirnya nyebur ke sungai yang dalam.

"Beeegitulaaaah wawancara eksklusif dari Carwan, nanti kita kembali lagi di program acara yang begitu istimewa, yang cetar membahana sesuatu yaa, kita kupas setajam pisau sunat, saya Kunti Venyrose undur diri hadapan anda, terimakasih

<THE END>

Malaikat kecil

Created : Bima arsa
Genre : Sedih


Hiduplah 2 orang wanita yang kehidupannya tidak seberuntung orang lain, mereka berdua tinggal di dalam gubuk yang kusam, gubuk reot yang melindungi dari dinginnya malam, bahkan kandang kambingpun lebih bagus dari pada gubuk mereka, mereka tidak bisa berbuat banyak, makan sehari satu kali dalam sehari sudah sangat beruntung, baju dekil dan buluk mereka kenakan sehari hari, walaupun hidup mereka tidak seindah orang lain, mereka tetap berusaha tersenyum menhadapi pahitnya dunia ini.
"Ka aku lapar :(" ujar Ochi kelaparan sambil memegang perut nya yang kecil.
"Tahan ya de, kamu bawa tidur saja, nanti dalam mimpi kamu makan, mungkin bisa membuatmu kenyang." jawab Jeje sambil menangis melihat adiknya yang kelaparan, padahal Jeje juga merasakan kelaparan, Jeje dan Ochi sudah tidak makan 3 hari, badan mereka kurus kering, tampak tulang tulang terlihat dari badan Ochi kecil, Ochi menuruti perintah Jeje, dengan perut kelaparan di terpa angin malam yang dingin dia berusaha menutup matanya.
Jeje mulai meneteskan air matanya, dengan perlahan lahan dia mengusap usap rambut Ochi yang tidur di pangkuannya, setelah 1 jam lebih dia juga tertidur dengan perut kelaparan, malam yang dingin dan tidak bersahabat itu akhirnya berlalu, pagi yang cerahpun datang, suara ayam berkokok dengan merdu menyambut dengan ramah.
"Chi bangun, ayo kita cari kardus lagi." ucap Jeje lembut membangunkan Ochi, dengan mata yang sayup sayup Ochi bangun dari tidurnya.
"Ka kita mau kemana?" tanya Ochi kecil kurus kering kepada Jeje.
"Ke tempat pembuangan sampah de." jawab Jeje dengan senyumannya yang khas.
Karung putih dan keranjang bambu rusak, jalanlah adik kaka itu menuju ke TPU, dengan perlahan, kaki leyot mereka menyelusuri pinggiran kota Jakarta yang panas.
"Ka panas " rintih Ochi yang sudah sampai batasnya.
"Yaudah kita berteduh dahulu de." kata jeje yang langsung menuju emperan rumah makan, Jeje dan Ochi duduk di belakang rumah makan untuk berteduh, memulihkan tenaga mereka.
dari dalam rumah makan datanglah seorang lelaki memakai baju pelayan, dia menhampiri Jeje dan Ochi yang kelelahan.
"Nih makan, kalian pasti belum makan kan " ucap laki laki itu sambil menyodorkan sepiring nasi beserta lauk yang lengkap, dengan malu malu, Jeje menerima pemberian laki laki, karena Jeje dan Ochi kelaparan, mereka makan dengan lahapnya, hati mereka sangat senang karena bisa menyumpal perut keringnya, selagi Jeje dan Ochi asik melahap makanan tadi, laki laki itu pergi, 5 menit berlalu, laki laki itu datang lagi membawa minuman.
"Kalau kalian lapar datanglah ke sini pukul 10 pagi tiap hari ya, kenalin nama kaka Olik" ujar Olik sambil mengelus kepala Ochi yang sedang makan.
"Iya ka, makasih" jawab Jeje tersenyum haru melihat orang sebaik Olik.
Setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanannya, tidak lupa pamitan dulu kepada Olik si pelayan Restauran 48, kaki cemong dan kusam terus menyusuri pinggir jalan kota, selang 30 menit mereka sampai di tempat pembuangan sampah.
bau busuk sisa sisa makanan dan sampah sampah basah lainnya bersatu menjadi lingkungan tidak sehat, gunung gunung sampah terlihat tersusun rapih berjejer di pandangan mereka, mereka ( Jeje & Ochi ) mempunyai teman baru, sebut saja lalat hijau, dengan beribu tekad di dalam dada Jeje mulai mengais plastik plastik yang berceceran, plastik tersebut di kumpulkan menjadi banyak dan akan di jual ke pengepul untuk makan sehari hari, berjam jam JeChi ( Jeje & Ochi ) mengais plastik, panas, bau, bukanlah rintangan yang berarti bagi mereka, merasa sudah terkumpul banyak, JeChi langsung menuju pengepul yang tidak jauh tempatnya dari pembuangan sampah, selang 10 mereka berjalan akhirnya sampai di pengepul, plastik tadi di berikan kepada Arif bos pengepul di tempat pembuangan sampah itu, hari ini JeChi mendapatkan uang rp.10.000, uang tersebut tampak banyak di mata mereka, Ochi kecil langsung mengkhayal ingin membeli sebuah permen.
"Ka nanti beli permen ya?" pinta Ochi kepada Jeje.
Sebagai seorang kaka yang menyayangi adiknya lebih dari apapun, Jeje menuruti semua keinginannya asalkan dia mampu, hari ini naas bagi JeChi, setelah berjalan 100 meter jauhnya mereka di jambret oleh pencuri, Jeje yang lemah tak bisa berbuat apa apa, jerih payahnya hari ini sia sia, Jeje menatap Ochi yang menangis karena tidak bisa membeli permen, Jeje mencoba memberikan pengertian kepada Ochi kecil berumur 7 tahun, dan berjanji akan membelikannya esok hari, burung pentet yang indah suaranya mengiri JeChi pulang ke rumah, di tengah jalan Ochi kecil menemukan sebuah dompet berwarna merah maron, di dalam dompet tersebut berisi uang 1 juta rupiah, Jeje langsung kebingungan harus melakukan apa, baru saja 5 meter, JeChi di sangka jambret dan langsung di teriaki maling oleh pemilik dompet tersebut, JeChi langsung di aniaya oleh penduduk sekitar hingga babak belur.
"Woy Berenti!!" ucap seorang lelaki, ternyata dia adalah Olik si pelayan restauran 48 sambil membawa seorang lelaki yang sudah hancur wajahnya karena habis di pukuli.
"Mereka bukan Jambret!! yang jambret sebenarnya ini!!" sahut Olik sambil menenteng laki laki yang sudah babak belur.
"Stopp!! bawa laki laki itu ke kantor polisi!!" sela Bpk Rt Bima melerai amukan warga ke JeChi.
wargapun menuruti perintah dar Rtnya, sebagian dari mereka bubar seolah olah tidak bersalah.
"Bawa 2 gadis itu ke RS48!! soal biaya, saya yang tanggung!" sambung pak RT Bima memberikan komando, beberapa orang langsung menggotong JeChi ke dalam mobil warga sekitar.
"Pak terimakasih ya, kalo tidak ada bapak mungkin 2 gadis itu akan mati" ujar Olik dengan nada ramah.
"Iya, tolong kamu temani mereka di rumah sakit, saya ada urusan, kalo ada apa apa telepon saya aja ya nak." jawab pak RT sambil memberikan kartu namanya dan langsung pergi.
Olik bergegas menuju tempat JeChi dengan sepeda motornya, singkat cerita Jeje bisa melewati masa kritisnya, malang bagi Ochi kecil, dia meninggal dunia karena pendarahan di otak.
pagi menjelang, sinar matahari menerpa tubuh Jeje, Jeje pun siuman akibat sinar matahari hangat yang menembus kaca langsung menuju ke wajahnya, Jeje tergulai lemas di ranjang RS48 berwarna putih serta di hiasi selang infus di tangannya.
Jeje langsung duduk di atas tempat tidur sambil menghela nafas secara berulang ulang.
Olik datang membawa bingkisan buah dan terkejut melihat Jeje sudah siuman.
"Ka adik ku Ochi mana?" tanya jeje yang masih lemas.
"Dia lagi tidur di rumah kaka, kamu tenang saja ya." jawab Olik berbohong karena tidak mau membuat Jeje ngedrop.
"Owh syukurlah" ucap Jeje menghela nafas sambil mengusap dadanya.
3 hari lamanya Jeje sudah di rumah sakit, Jeje sudah tidak sabar menemui adiknya yang dia sayang, tidak lama kemudian Jeje datang ke rumah Olik yang tidak begitu besar tapi bagus dan rapih.
"Ka adik ku manah?" tanya Jeje yang tidak sabar ingin memeluk adiknya.
"Jeje kamu harus janji dulu, kamu ga boleh marah." jawab Olik memegang tangan Jeje.
"Iya Jeje janji." ujar Jeje tersenyum.
"Maaf kaka telah berbohong karena, adikmu sudah tiada" ujar Olik menundukan kepalanya.
Jeje tak bisa berkata apa apa, dia terdiam seperti patung, tetesa air mata mulai mengucur dari wajahnya, Jeje langsung pingsan jatuh ke tanah, berjam jam Jeje pingsan, akhirnya dia sadar.
"Kenapa kaka tidak memberitahuku saat di rumah sakit?" tanya Jeje dengan muka murungnya karena mengetahui adik tercintanya meninggal dunia.
"Kaka tidak mau membebani fikiranmu, kaka takut kamu kenapa kenapa pada saat itu" jawab Olik memberikan alasannya.
Jeje dan Olik pergi ke pemakaman di mana jasad Ochi kecil di kuburkan.

<THE END>
Senin, 25 Maret 2013

Hantu Noni Vanka



Created By : Bima Arsa
Genre: Humor dan Horror

"Hei Van lu ikutan ga acara Ratu setan 2013?" tanya kuntilanak cantik bernama Shinta.
"Ahh Gue males Sin, ga bakat!" Jawab setan cantik yang bernama Vanka, Vanka memakai baju noni belanda, baju itu di lumuri oleh banyak darah, Vanka adalah seorang wanita ke bangsaan Belanda, dia mati karena di tusuk golok oleh orang betawi, setan Vanka umurnya sudah ratusan tahun, tapi dia tetap cantik, ya maklum saja, namanya juga hantu (haha), Noni Vanka dan Kunti Shinta lagi jalan jalan menghilangkan depresi, kalo Vanka hanya menemani kunti Shinta saja, sebenarnya kunti Shinta baru saja di putusin kekasihnya, Shinta pun galau, jadi dia mengajak Vanka jalan jalan ke kuburan, waktu menunjukan pukul 02:10 dini hari, kuburan tampak sepi sekali yang di tutupi kabut tebal, itu menurut manusia, tapi yang sebenarnya lagi ada pesta di bawah pohon jengkol, Sinder Yona lagi ulang tahun, acaranya meriah sekali, menyan, kulit pisag, bunga melati menjadi hidangan utama.
Grandong Sigit sangat senang menyantap darah ayam yang masih segar, dia menikmatinya dengan wajah yang berbinar binar di antara pohon bambu, noni Vanka dan kunti Shinta pun tiba di pesta sinder Yona, sudah lama si noni Vanka tidak datang ke pesta siapapun karena sibuk tertidur selama puluhan tahun di goa pinggir pantai anyer.
"Ihh kyamu kemana aja cyin?? makin kireii aja deh kyamu" ucap Sinder Yona menyambut 2 setan cantik datang ke pestanya.
"Hihihi cuco deh" jawab kunti Shinta sambil mengeluarkan suara cekkikan kuntilanak yang khas.
"Aku ketiduran di dalam goa cyin, eh cyin setan ganteng 2012 siapa si? kasih tau ekke dund?" jawab noni Vanka yang membuka acara ngerumpi ala setan setan perempuan, kunti Shinta masih tetap ketawa, karena kebanyakan ketawa kunti Shinta menjadi batuk batuk, sinder Yupia langsung panik, dia mengambil gelas yang berisi air.
"Cyin minum dulu ni!" ucap sinder Yona menyodorkan sebuah gelas kepada kunti Shinta, tanpa pikir panjang kunti Shinta langsung meminumnya.
"ASINN!!" jerit kunti Shinta setelah meminum minuman pemberian dari sinder Yona, semua setan yang hadir langsung menatap kunti Shinta yang menjerit, semuanyapun tertawa terbahak bahak melihat kuntilanak itu, tidak lama kemudian kunti Shinta pingsan karena tidak kuat menahan rasa asin, ternyata yang minuman yang di berikan oleh sinder Yona adalah air laut, pesta pun berlanjut Dj pocong Della memulai beraksi, sinder Yona dan noni Vanka langsung dugem menikmati alunan lagu dari Dj pocong Della, grandong Sigit pun bergegas lari mendekati pesta dugem yang di mulai, dia menuju ke depan pesta dan langsung dance kayangan dan herlem shake, kunti Shinta pun terbangun mendengar alunan musik dari Dj pocong Della, tidak kalah hebohnya dengan grandong Sigit, kunti Shinta joget dengan 2 jari telunjuk berduet menunjuk ke atas, kepala geleng kanan dan kiri, pestapun kumpulan setan berlangsung sampai subuh.
kuburan pun kembali menjadi sepi ketika pagi harinya, matahari terlihat bersinar dari pagi hingga sore hari.
Hewan hewan pagi pun segera masuk kesarangnya, hewan malam mulai keluar, terlihat burung hantu bertengger di pohon kamboja dalam kuburan, malam ini adalah malam sepesial bagi para hantu, pasalnya hari ini akan di langsungkan pemilihan ratu sentan of the years, banyak hantu yang berdatangan, hantu hantu berasal dari berbagai tempat dan juga dari hantu lokal, acara akan di mulai sekitar 10 menit lagi, tapi hantu hantu sudah ramai, acara tersebut berada di bawah pohon beringin tua yang berumur 250 tahun, tingginya 10 meter lebih.
"Selamat datang semuanya, kita kembali lagi di acara spesial ini!! acara pemilihan ratu setan of the years 2013" ucap drakula Surya membuka acara tersebut.
"Saya akan memperkenalkan 5 kanidat hantu tercantik yang akan ikut !! peserta pertama dari Bandung, saya kenalkan suster ngesot imut, dia adalah Sinka, yang ke dua adalah pocong cantik dari padang, kita sambut saja Octi, langsung saja, wewe gombel cerewet, dia Annisa, ke 4, hantu ini lumayan pendiam, tepuk tangan buat Dwi!!, ini dia peserta terakhir kita!! noni noni paling kawaii, Vanka!" sambung drakulla sambil memanggil para peserta ratu hantu of the years, para hantu pun bertepuk tangan, ada juga yang bersiul, hantu yang paling histeris juga ada, dia adalah Fhandi si kolor hijau, si kolor hijau yang 1 ini tidak kuasa melihat wanita wanita hantu yang cantik, air liurnya mengeces kemana mana.
"Eh ko gue ikut si? kan gue ga daftar" bisik Vanka ke sinder Yona.
"Tuh si kunti Shinta yang daftarin!!" jawab Yona menunjuk kunti cantik, si Shinta hanya ketawa ketawa saja, dengan terpaksa Vanke menuju ke 4 finalis lainnnya yang berada di sebelah drakula Surya.
"Nah ini dia para pesertanya, tujuan kalian apa menjadi miss hantu 2013?" tanya si Surya kepada semua kontestan.
"Mulai dari Sinka si suster ngesot" lanjut surya drakula bercaling 1.
"Mau gaya aja, problem??!" jawab sinis Sinka sambil memainkan rambutnya.
"Hadeh , next ke pocong berkain kafan pink dengan pita biru di kepalanya, Octi " Tanya Surya yang begitu semangat.
"Kepo lu! mau ngapain aja kek, yang penting hepi." jawab Octi sambil lompat lompat ga jelas.
"Beuuh , wewe gombel tujuan lu apa?" tanya surya dengan muka betenya kepada Annisa.
"Mau jadi terkenal dong, biar bisa dapet hantu cowo kece, biar apa lagi ya? ya gitu deh hehehe." jawab Annisa dengan tampang polosnya.
"Azzek , kalo kamu apa Wi?" tanya Surya kepada vampir bercaling tajam, vampir Dwi hanya melirik Surya, Surya pun ketakutan karena di lirik terus.
"Maaf ya Wi maaf" kata Surya sambil membungkukan badannya.
"Widih ada nona Vanka, kalo kamu apa tujuannya apa?" lanjut surya bertanya ke Vanka.
"Ga tau, gue terpaksa nih " jawab Vanka malu malu sambil menunduk ke bawah.
"Azz calon yang bener Annisa doang kayaknya ni." grutu surya yang menggigit jari telunjuknya.
"Peraturannya cari korban sebanyak banyaknya, caranya takut takutin aja, balik lagi ke sini jam 3!" seru surya dan langsung pergi karena bete.
"Aduhh gue males banget da aha" dengan muka yang bete dan terpaksa noni Vanka langsung menuju kampung terdekat, sampailah dia di dekat sepasang kekasih yang sedang asik bercanda dan tertawa.
"Kamu cantik deh :)" rayu Vicio ke haruka sambil memegang tangan haruka
"Makasih Vicio-kun, kamu juga ganteng" jawab Haruka menatap wajah Vicio, datanglah noni Vanka ke belakang sepasang kekasih yang sedang bermesraan.
"Prettt prett pett, maaf Vicio-kun aku kelepasan" tanpa sengaja lagi asik bermesraan Haruka kentut, Vicio pun memakluminya, bau kentutnya sangat extrem karena Haruka habis makan jengkol.
"Anjrit, nih cewe cakep cakpe kentutnya bau amat ya, tunggu balesan dari gue" grutu Vanka yang kebauan mencium bau kentut Haruka dalam hati.
Vanka pun memulai aksinya ketika Vicio mau mencium Haruka, dengan iseng Vanka meniupkan nafas bau melati ke kuping Vicio.
"Ihh kamu pake parfum apa si?" tanya Vicio yang mencium bau tidak sedap.
"Ake ga make parfum beb" jawab Haruka singkat, Haruka juga mencium bau yang sama dengan Vico, Haruka menengok kanan dan kiri, ternyata tidak ada orang, Vicio dan Haruka mulai gelisah berada di tempat itu, bulu kuduk mereka berdiri semua.
"Hihihihi hayo mau ngapain??" tanya Vanka yang muncul tiba tiba di depan Vicio dan Haruka.
"Ngapain kek, suka suka gue!" jawab Vicio yang sedikit marah dengan teguran Vanka.
Beda dengan Vicio Haruka sudah pingsan melihat hantu noni Vanka, Vicio tidak tahu kalau yang sedang berhadapannya adalah hantu noni Belanda.
"Nih orang kok ga takut ya?" tanya Vanka dalam batinnya.
"Ehh lu ngapain si? Pesta kostumnya bukan di sini bego!!" sahut Vicio yang sudah semakin kesal karena keberadaan Vanka.
"Sial gue malah di omelin, rasain nih!!" grutu Vanka yang sudah mulai kesal, Vanka pun terbang melayang di hadapan Vicio.
"Widdih keren, belajar di mana neng ilmu terbang?" bukannya takut, Vicio malah mengagumi Vanka yang melayang di depannya.
"Nih orang ngeledek apa tolol si?" Vanka masih menggrutu kesal dalam hatinya.
"Gue ini hantu bego!!" ucap Vanka yang sudah sampai batasnya sambil memutar kepalanya 360 derajat.
"Ohh lu hantu, gue pingsan dulu ya, makasih atas pertunjukannya" jawab Vicio yang polos dan izin untuk pingsan.
"Arghhhhh!!" Vanka merasa kesal dia menggigit jarinya sambil menangis kemudian pergi, dia merasa menjadi hantu yang gagal.
Jam sudah menunjukan pukul 03:00 pagi, para hantu mulai berkumpul di bawah pohon beringin, sorak sorai yang meriah menyambut kedatangan para finalis, untuk pembukaannya band Nissan pertama membawakan lagu avenged sevenfold yang berjudul Night mare versi koplo, vokalisnya adalah pocong yang memakai kain kafan bergambar Real madrid, dia adalah Bima, gitarisnya juga tidak kalah keren, dia adalah Roby si zombie, sorak sorai dan teriakan para penonton ramai di kala malam itu, bahkan ada yang ngechat dan wotagi pakai lighstick, mereka adalah tuyul tua yang di pimpin oleh Denanda si tuyul senior.
"Yaa baiklah langsung ke acara puncaknya saja, berapakah korban yangkalian dapat malam ini?" ucap drakula surya kepada semua peserta miss hantu 2013.
"Gue belom dapet, baru gue mau samperin orang orangnya udah pada pergi, malkum guem ngesot jalannya!" ucap suster ngesot Sinka yang menyesali karena tidak bisa mendapatkan korban satupun dengan nada yang agak kencang.
"Hahhaha, yaudah sabar aja yaa, lu dapet berapa Ti?" tanya Surya ke pocong cantik.
"Ahh gue lupa, tadi lagi asyik ngedate sama pacar gue, gue belom dapet, ehheeh" jawab Octi yang malu malu menundukan kepalanya.
"Yahh gimana si lu -_-, Annisa pasti dapet banyak kan?" tanya surya kepada wewegombel kawai.
"Tadikan mau nakut nakutin setan, ehh si kunti Nabilah ngajakin ngerumpi, kebablasan deh, heheh, arisan tadi yang dapet si Cindy, dia dapet menyan 1 kg, wahh enak tuh makan menyan" uajar Annisa yang super bawel sampai sampai surya pusing mendengar celotehannya. sewaktu mau tanya vampir Dwi, si Surya langsung ketakutan dan langsung bertanya ke Vanka, Dwi langsung marah dan mencekik Surya dan langsung pergi.
"Hosshh hosshh, tega banget deh si Dwi masa gue di cekik" grutu surya sambil meneteskan air mata.
"Kamu dapet berapa Van? oh ga dapet ya? yaudah ga ada yang menang!!" tanya Surya kesal dan hendak pergi.
"Gue dapet tau, tapi cuma 1!!." sahut Vanka dengan nada kesal.
"Hah?? lu dapet?! oke, pemenang miss hantu indonesia 2013 adalah Vanka!!" ucap Surya kegirangan karena ada peserta yang bisa menakut nakutin manusia, semua yang hadir pada tepuk tangan, ucapan selamat juga mengalir seperti air, Vanka di beri mahkota melati.
penutupan Dj della memulai aksinya, semua hantu dance herlem shake menyambut kemenangan Vanka, seperti biasa grandong Sigit paling depan memberikan goyangan Herlem shake yang aneh, malam itu menjadi malam yang ramai bagi penduduk kuburan, mereka joget sampai subuh, ketika subuh semua hantu pergi ke tempat asalnya.

<THE END>
Minggu, 24 Maret 2013

JAHANNAM SETELAH 300 KM -:: KISAH NYATA.



  Judul di atas memang rada menggelitik. Jahannam setelah 300 km? Masa’ sih sejauh itu? Ato malah ada yang berfikir “Yaa Allah, ternyata dekat sekali”? Atau bahkan kita lupa terhadapnya sehingga hari-hari kita menjadi semakin lekat dengan kelalaian & keburukan?
Sabar.. Yang dimaksud dengan judul di atas adalah sebuah kisah nyata di bawah ini. Yakni sebuah kisah tentang taubatnya seorang pemuda yang sehari-harinya lalai dalam mengingat Robb-Nya. Dan kisah ini sangat unik… Dan berujung pada kesimpulan bahwa “Jahannam itu begitu dekat”. Maka bertaubatlah bersama-sama dengan pemuda ini… Inilah kisahnya…

    Aku mengenal seorang pemuda yang dulu termasuk orang-orang yang lalai dari mengingat Allah ‘azza wa jalla. Dulu dia bersama dengan teman-teman yang buruk sepanjang masa mudanya. Pemuda itu meriwayatkan kisahnya sendiri:

“Demi Allah, yang tiada sesembahan yang haq selain Dia, aku dulu bersama dengan teman-temanku, dan tidak ada suatu niat dalam diriku untuk melakukan ketaatanpun untuk Allah ‘azza wa jalla, apakah untuk shalat atau yang lain”.

   Alkisah kami sekelompok pemuda pergi menuju kota Dammam, ketika kami melewati papan penunjuk jalan, maka teman-teman membacanya: “Dammam, 300 km”. Maka aku katakan kepada mereka bahwa aku melihat papan itu bertuliskan “Jahannam, 300 km”. Merekapun duduk dan menertawakan ucapanku. Aku bersumpah kepada mereka atas hal itu, akan tetapi mereka tidak percaya. Maka merekapun membiarkan dan mendustakanku.
Berlalulah waktu tersebut dalam canda tawa, sementara aku menjadi bingung dengan papan yang telah kubaca tadi.
Selang beberapa waktu, kami mendapatkan penunjuk jalan lain, mereka berkata: “Damman, 200 km”. Kukatakan: “Jahannam, 200 km”. Merekapun menertawakan aku dan menyebutku gila. Kukatakan: “Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang haq selain Dia, sesungguhnya aku melihatnya bertuliskan Jahannam, 200 km”. Merekapun menertawakanku seperti kali pertama. Dan mereka berkata; “Diamlah, kamu membuat kami takut”. Akupun diam, dalam keadaan susah, yang diliputi rasa keheranan aku memikirkan perkara aneh ini.

   Keadaanku terus-menerus bersama dengan pikiran dan keheranan, sementara keadaan mereka bersama dengan gelak tawa dan candanya, hingga kemudian kami bertemu dengan papan penunjuk jalan yang ketiga. Mereka berkata: “Tinggal sedikit lagi, Dammam, 100 km”.

   Kukatakan: “Demi Allah Yang Maha Agung, aku melihatnya Jahannam, 100 km”. Mereka berkata: “Tinggalkanlah kedustaan, engkau telah menyakiti kami sejak awal perjalanan kita”. Kukatakan: “Turunkan aku, aku ingin kembali”. Mereka berkata: “Apakah engkau sudah gila?”. Kukatakan: ”Turunkan aku. Demi Allah, aku tidak akan menyelesaikan perjalanan ini bersama kalian”.

   Maka merekapun menurunkanku, akupun pergi ke arah jalan yang berlawanan dari tujuanku semula. Akupun tinggal di jalan itu beberapa saat, dengan memberikan isyarat kepada mobil-mobil untuk berhenti untukku. Selang beberapa saat, berhentilah untukku seorang sopir yang sudah tua, akupun ikut bersama dalam mobilnya.

   Saat itu dia dalam keadaan diam lagi sedih, dan tidak berkata-kata walaupun satu kalimat. Maka kukatakan kepadanya: “Baiklah, ada apa dengan anda, kenapa anda tidak berkata-kata?”
Maka dia menjawab: “Sesungguhnya aku sangat terkesima dengan sebuah kecelakaan yang telah kulihat beberapa saat yang lalu. Demi Allah aku belum pernah melihat yang lebih buruk darinya selama kehidupanku”.

   Kukatakan kepadanya: “Apakah mereka itu satu keluarga atau selainnya?”

   Dia menjawab: “Mereka adalah sekumpulan anak-anak muda, tidak ada seorangpun dari mereka yang selamat”. Maka dia memberitahukan kepadaku ciri-ciri mobilnya, maka akupun mengenalnya, bahwa mereka adalah teman-temanku tadi. Maka akupun meminta kepadanya untuk bersumpah atas apa yang telah dia katakan, maka diapun bersumpah dengan nama Allah.
Maka akupun mengetahui bahwa Allah ‘azza wa jalla telah mencabut roh teman-temanku setelah aku turun dari mobil mereka tadi. Dan Dia telah menjadikanku sebagai pelajaran bagi diriku dan yang lain. Akupun memuji Allah yang telah menyelamatkanku di antara mereka.

   Syaikh Abu Khalid al-Jadawi (penulis kisah ini) berkata: “Sesungguhnya pemilik kisah ini menjadi seorang laki-laki yang baik. Padanya terdapat tanda-tanda kebaikan, setelah dia kehilangan teman-temannya dengan kisah ini, yang setelahnya dia bertaubat dengan taubat nasuha”.

   Maka kukatakan: “Wahai saudaraku, apakah engkau akan menunggu kehilangan empat atau lima teman-temanmu sampai kepada perjalanan seperti perjalanan ini? Agar engkau bisa mengambil pelajaran darinya? Dan tahukah kamu, bahwa kadang bukan engkau yang bertaubat karena sebab kematian teman-temanmu melainkan engkaulah yang menjadi sebab pertaubatan teman-temanmu di atas maksiat dan kerusakan”. Na’udzu billah.

   Yaa Allah, jangan jadikan kami sebagai pelajaran bagi manusia, tetapi jadikanlah kami sebagai orang yang mengambil pelajaran dari apa yang terjadi pada mereka, dan dari apa saja yang terjadi di sekitar kami, Allahuma Aamin…

Sumber :  cintakebaikan.com
Sabtu, 23 Maret 2013

*Liontin kenangan*



Genre : Romantic dan sedih
Original text : Bima arsa

Duduklah seorang perempuan yang pendiam, Frieska adalah wanita tercantik di kelasnya, wajahnya berbinar memancarkan kecantikan, sinarnya sangat terang benderang, tapi sinarnya kian redup, gadis itu duduk di belakang kelas, dia kelas 3 Sma, hari hari Frieska kini hanya berisi lamunan saja, hari inipun dia hanya melamun menatap kosong jendela yang berada di sisinya, teman temannyapun mulai menyemangati Frieska, dari mengajak Frieska hangout sampai datang ke rumah Frieska memberi kejutan, semua sia sia, di mata Frieska hanya Bima lah yang bisa menjadi penyemangat hidupnya, Bima adalah mantan kekasih yang terindah bagi Frieska, setiap kali Frieska memikirkan Bima dia selalu meneteskan air matanya, Bima adalah mantan kekasih Frieska, Dia sudah meninggal karena kecelakaan, kejadian itu bermula ketika Bima menyelamatkan Frieska dari jurang maut, waktu itu Bima dan Frieska pergi jalan ke alun alun kota, mereka adalah 2 sejoli yang serasi, dalam perjalanan mereka selalu bergandengan tangan, Frieska sangat bahagia ketika berada di sisi Bima, karena nyaman berada di sisi Bima, Frieska selalu bersandar pada bahu Bima, Sesekali mereka lirik lirikan, berhentilah mereka di depan bangunan bangun pencakar langit, bangunan bangunan itu sangat memukau mata.
"De kita duduk dulu yu? aku sudah lelah ni jalan, hehe." ucap Bima yang langsung duduk di bangku depan pertokoan, di pinggir bangku terdapat sebuah pohon besar yang rindang, daun daun kering berwarna kecoklatan berjatuhan.
"Iya ka." jawab Frieska yang langsung menyusul Bima yang sudah duduk terlebih dahulu.
"Kamu merem dong, ada sesutu ni buat kamu." ucap Bima sambil memegang sapu tangan berwarna hitam, Frieskapun mau, di tutuplah mata Frieska dengan sapu tangan yang tadi pegang Bima.
"Kaka mau ngapain si? gelap tau." oceh Frieska yang sudah tidak nyaman karena matanya di tutup.
"Kaka mau cium kamu." jawab Bima berbohong, dia mengeluarkan sebuah cupcake dan sebatang lilin dari ranselnya.
beda dengan Frieska, dia menanggapi dengan serius, jantungnya berdebar debar, detak jantungnya semakin lama semakin kencang, darahnya pun seakan akan naik kepala, wajahnya memerah, maklum saja dia belum pernah mencium seorang lelaki.
"Ka stop! aku ga mau di cium, aku malu!" Kata Frieska yang menutup bibirnya.
"Hahaha ko dia anggap serius ya?" ucap Bima dalam hati, kemudian Bima segera menyulut lilin dengan pematik, lilin pun menyala dengan indah di atas cupcake coklat.
"Hehe becanda kok de, coba sekarang kamu lepas sapu tangan itu, lalu buka matamu" ujar Bima kepada Frieska sambil memegang cupcake coklat dengan lilin di atasnya, Frieskapun menuruti perintah dari Bima, mata cantik itu perlahan demi perlahan terbuka.
"Happy Birthday, make a wish" kata Bima dengan suara halus, mata Frieskapun berkaca kaca, air matanyapun keluar membasahi pipi, rasa haru dan senang tercampur menjadi, sambil mengusap air mata dengan tangan kanan, Frieska meniup lilin yang terdapat di atas cupcake coklat.
"Semoga hubungan aku dan kaka bisa sampai pernikahan" ucap Frieska dalam hati, Frieskapun tersenyum ke arah Bima.
"Makasih ya, Chup!" ujar Frieska dan langsung mencium Bima, Bima hanya terdiam sesaat, muka Bima langsung memerah.
"Ehh... Frieska tutup mata kamu lagi ya, hehe." kata Bima yang langsung berjalan ke belakang tubuh Frieska, dari Belakang Bima menutup mata Frieska dengan sapu tangannya, Frieska hanya terdiam menuruti perintah dari Bima.
"Srekk srek" Bima memakaikan sebuah liontin berbentuk bulat dan di tengah liontin itu ada ukiran nama mereka berdua, Frieska yang di tutup matanya hanya bisa merasakan dingin melingkar sekitar lehernya, Bima pun segera melepas sapu tangan yang menutupi wajah Frieska.
"Apa ini?" tanya Frieska dalam Batin sambil meraba lehernya.
"Wah indah sekali liontin" sambung Frieska dalam batinnya, Frieska menoleh ke belakang, Bima tersenyum melihat wajah Frieska yang menoleh kebelakang.
"Sluuphh" tiba tiba Bima memeluk dari belakang.
"Aku berjanji akan slalu menjagamu" bisik Bima ke telinga Frieska, mereka berduapun larut dalam suasana romantis, sore menjelang, waktu begitu cepat berlalu, mereka hendak pulang.
"Ngrwing ngrwing!!" dari belakang terlihat sebuah mobil truck besar berjalan dengan kencang.
"DOARR!!" pas truck 10 meter di belakang Bima dan Frieska, ban truck itu pecah, truckpun melaju dengan oleng.
"Frieska awas!!" seru Bima yang melihat truck itu akan menabrak Frieska, Bima pun mendorong Frieska jauh dari laju truck, Frieska selamat dari maut, tapi nasib Bima lain, karena dia mendorong Frieska, lebih tepatnya menggantikan posisi Frieska, dia tertabrak dan langsung terpental sejauh 5 meter, Frieska yang masih terjatuh mencoba untuk berdiri dan langsung berlari menuju Bima yang sekarat.
"Kau telah janji, jangan tinggalkan aku di sini!" ucap Frieska sambil menangis dan memegang tangan Bima.
"Maafkan aku sayang, Huekk!!" jawab Bima dan langsung memuntahkan darah, bajunyapun penuh dengan darah.
"Te..te..rimaka..ka..sih a..tas se..mua..nya, ak..u saya..ng ka..mu" dengan terbata bata Bima mengucapkan salam perpisahan kepada Frieska, Bima mati di tempat itu, deras tangis dan teriakan oleh Frieska, Frieska pun pingsan di tempat karena tekanan batin yang begitu kuat.
#FlashBackEnd

2 bulan sudah lamanya Frieska di tinggalkan oleh Bima, terlihat selalu liontin pemberian dari Bima selalu menghiasi lehernya, ujian nasional tingkat Sma tinggal 3 hari lagi, Frieska coba untuk bangkit agar lulus ujian itu dan berharap arwah Bima akan senang melihat Frieska bisa kembali lagi ceria.
*Hari pengumuman ujian*
Frieska lulus dengan hasil yang memuaskan, dia meneruskan sekolahnya ke Universitas International School, hari harinya kini sudah kembali seperti sedia kala, Frieska mempunya banyak sahabat sekarang, hari harinya penuh warna.
1 tahun sudah kepergian Bima tepatnya tanggal 14 feb 2013, Frieska sekarang berada di depan kue ulang tahun miliknya bersama sahabat sahabat yang selalu setia menemani.
"Bima aku sekarang bahagia, semoga kau juga bahagia" ucap Frieska sambil memegang liontin pemberian Bima.

<The End>
Jumat, 22 Maret 2013

Cintaku di Bandara

Original Text : Bima arsa
Genre : Sedih, Romantic.

"10 hari lagi kita bisa ketemu lagi sayang, aku di sini menunggu mu" ucap seorang wanita berambut panjang berwarna hitam terbaring di sebuah tempat tidur di rumah sakit dengan selang infus di tangan nya, sebuat saja di Cleo, nama lengkap gadis tersebut adalah Cleopatra Djapri, dia berusia 22 tahun, Cleo terbaring lemah, dia baru saja melakukan operasi pengangkatan tumor di bagian pencernaan, Cleo bisa di bilang beruntung karena melakukan operasi dengan lancar di rumah sakit Cipto mangun kusumo tepatnya Jakarta pusat, Operasi berlangsung selama 1 malam, tumor yang di angkat berwarna hitam yang juga kecil, Cleo mulai merasakan sakit sekitar 2 bulan yang lalu sekaligus melepas kepergian kekasihnya untuk berperang karena di panggilan Negaranya yaitu Republik Indonesia, kekasihnya bernama Zecky, yang biasa di sama Zeze, kekasihnya Cleo bertubuh besar, tingginya 2 meter lebih, mereka saling mencintai satu sama lain nya, hubungannya pun berlanjut ke pernikahan, tetapi rencana itu tertunda.
   Semua berawal ketika Cleo sedang hunting foto di daerah Tangerang selatan, tepatnya di pondok cabe udik, Cleo adalah foto grafer profesional, beragam foto foto yang indah dan menakjubkan selalu terpampang di Galeri Internatiolal yang berada di Jakakarta pusat, banyak kolektor yang memburu hasil dari jepretan gadis cantik itu.
" Yeay bagus ni background nya :) " Ucap Cleo yang baru saja mempotret beberapa gambar pemandangan yang menyejukan mata, hari sudah mulai sore, ini adalah momen momen yang di tunggu Cleo, Sunset matahari adalah tujuan utamanya hari ini, dengan penuh ketelatenan dia menunggu detik detik wonderfull picture.
"Krekk!!" Suara bunyi jepretan kamera Cleo, Cleo tampak senang, karena gambar yang dia tunggu tunggu dari tadi sore bisa di ambil dengan maksimal, hari sudah malam Cleo segera pulang menuju rumahnya yang bertepat di Jakarta, Jalanlah dia keluar dari taman Pondok Cabe Udik, baru setengah perjalanan pintu keluar, dia sudah di todong, yang menodong dia adalah preman kampung itu.
"Hei manis mau kemana? hehe abang temenin ya?" ucap salah seorang preman yang membawa botol minuman keras, dia adalah ketua dari kelompok itu, Badan nya tidak terlalu besar, matanya mocher dan berambut mowhack, sebut saja dia Bima, Bima datang bersama 2 temannya yaitu Olik dan Carwan, mereka menodong Cleo yang baru saja selesai hunting foto.
"Maaf Bang, saya mau lewat, tolong beri saya jalan" ucap Cleo yang sudah mulai ketakutan, kakinya bergetar, bibir nya membisu, bahkan matanya sudah berkaca kaca.
"Ngapain si lu pulang? mending sama aye, iya ga bro?" ujar Carwan yang tampak mabuk berat, bau alkohol yang menyengat tercium dari mulutnya
"Sini neng, hehehe" dengan mata bheler Olik mencoba menarik tangan Cleo yang halus.
"Bukgh!! Bekkhg!! " dari belakang seorang lelaki bertubuh besar menghajar Olik & Carwan dengan mudahnya, 1 kali pukulan menjatuhkan 1 orang, dia adalah Zeze, Zeze sedang ronda rutin di RT nya, ini adalah Ronda pertamanya setelah libur dari perang di Malaysia.Zeze adalah salah 1 anggota infantri darat Indonesia, setiap berperang dia bisa membunuh 70 orang, bagi dia menghajar 3 orang preman kampung adalah pekerjaan yang gampang.
"Anjrit, nyari mati lu!!!" ucap Bima kesal karena Carwan dan Olik di hajar Zeze, di keluarkanlah sebuah pisau lipat yang lumayan tajam dari saku Bima, dengan cepat di arahkanlah pisau itu ke wajah Zeze, dengan mudah Zeze menghalau serangan Bima.
"Jrotthh!!" Zeze membalaskan serangan dari Bima, Zeze memukul wajah Bima, Bima pun langsung jatuh tersungkur mencium lantai.
"Kamu ga apa apa kan?" Tanya Zeze ke Cleo.
"Iya ga apa apa." Jawab Cleo dengan sedikit gemetar karena habis di todong oleh para preman kampung, ini adalah awal kisah bertemunya mereka berdua, mereka mulai menjalin hubungan, hubungan merekapun harmonis sampai di mana Zeze membawa Cleo ke sebuah danau yang terdapat banyak bunga yang indah, pohon pohonan yang hijau tumbuh lebat menghiasi pinggiran danau, ada pula bangau berwarna putih berenang di tengah danau.
Dengan segudang keberanian Zeze menyatakan cintanya ke Cleo, tentunya Cleo menerimanya dengan senang hati, merekapun berpelukan layaknya seorang kekasih baru, pasangan itu sangat bahagia, banyak pengalaman indah yang mereka lewati, canda dan tawa menghiasi hari hari Cleo, mungkin bisa di bilang Cleo mendapatkan cinta sejatinya.
Sampai pada puncaknya Zeze mau melamar Cleo, tetapi dia di panggil oleh Negara untuk mengemban misi, Deras cinta yang mengalir pun di bendung sesaat, Zeze pergi meninggalkan kekasihnya, setelah Zeze pergi Cleo pun menderita sakit, Cleo hampir meninggal karena gagal pencernaan, tapi semua sudah teratasi, Cleo sembuh karena operasi berjalan lancar, hari kepulangan Zeze pun tiba, dengan semangatnya dia pergi ke bandara Soekarno Hatta, tampak berbinar binar cahaya di matanya, bendungan cintapun sudah sampai batasnya.
"Swinggg" Pesawat yang di tumpangi Zeze tiba, dari dalam pesawat itu keluar seorang lelaki bertubuh besar, tampak lengannya patah, lengannya di balutkan perbarn berwarna putih, dia adalah Zeze, Zezepun berjalan menuruni tangga pesawat, di sana sudah menunggu seorang wanita yang cantik memakai baju warna putih, dia adalah Cleo, Cleo yang melihat Zeze turun dari pesawat langsung berlari menghampirinya, Zeze pun menghampiri Cleo, mereka berpelukan dan berciuman, semua rasa cinta dan lasih sayang yang sempat terbendung kini semua tumpah ruah menjadi tangisan kasih sayang.

THE END

Rasa Cinta Itu





 

  Created : Bima

Follow my Twitter : @Demons_SPY48
Nanti di follback, hohoo

Kalo mau copas, izin dulu hohoho
Selamat mebaca, jangan cepet cepet bacanya,pelan pelan aje :D
***
 
  Kala itu matahari terbenam di ufuk barat, warnanya oranye kemerah merahan, tepatnya di pinggir pantai yg berhembus angin sepoi sepoi, duduklah 3 orang sahabat di bangku taman yang dekat pantai, yang 2 bernama Cleo & Cindy, yang 1 nya lagi bernama Jhonatan, Cindy & Cleo Sama sama menyukai Jo, tetapi Jo hanya suka kepada Cindy ( cinta segi 5 *eh segi 3 maksudnya :p haha )
***

"Eh sunsetnya indah ya?" kata Cindy berbicara kepada Jo yang memandangi wajahnya.
"Iya :)" jawab Jo yg melihat ke arah matahari terbenam.
"Eh lihat ada anak kucing di sana" sambung Cleo yg menunjuk ke arah mulut pantai.
"Mana?" ucap Cindy yg menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Itu tuh, di tepi pantai, eh kayaknya kucingn itu terluka deh, dia ga bergerak, kita ke sana yu?" ucap Jo kepada Cindy sambil berjalan menuju ke tepi pantai.
***

  Cinta Cindy & Cleo begitu besar, ke 2 nya sudah bersahabat sejak sma, mereka mengagumi sifat Jo yang berjiwa kemimpinan, Tapi Cindy tidak berani mengungkapkan perasaan nya kepada Jo, karena dia tahu sahabatnya Cleo juga mencintai Jo, Cleo pun sama, dia seperti Cindy, dia tidak mau mengungkapkan perasaan nya karena dia tahu Cindy menyukai Jo.
***
   Saat 5 langkah perjalanan Jo ke mulut pantai, Cindy & Cleo hanya diam terpaku kagum di Bangku pantai memandangi punggung Jo sang idolanya, Jo pun berbalik badan, ia mengetahui bahwa 2 sahabatnya masih duduk di bangku taman.
"Eh ratu kucing, permen asem mau ikut kaga lu?" Ujar Jo yang mulai berjalan menjauhi 2 gadis di belakangnya.
"Eh iya :)" ucap Cigul & Cleo Bersamaan.
Akhirnya merekapun jalan bersama sama ke mulut Pantai, di tepi pantai tsb, ada seekor anak kucing berbulu putih, warna bola matanya biru dan pastinya imut, tapi sayang, kakinya terluka akibat di serang oleh kucing kampung Sekitar.
"Ya ampuuun :'(" ucap Cleo yang datang menghampiri kucing tsb.
"Lebay lu :p" ujar Jo Kepada Cleo yang sedikit tertawa.
"Bodo, wlee :p" jawab Cleo yang menjulurkan sedikit lidahnya keluar dari mulut.
"Kita Obatin Aja Ci ?" sambung Cindy yang memegang kucing itu.
"Iya Permen Asem :p Hahaa :D" ejek Cleo.
   Seketika itu Cindy menjadi jengkel kepada Cleo & Jo, pipinya menggelembung, mulutnya manyun dan kedua tangan nya di letakan di pinggang, suasanapun berubah menjadi ceria, karena melihat Cindy yang berpose seperti itu, matahari sudah terbenam, malampun menjelang, merekapun memutuskan untuk pulang, tidak ketinggalan Cleo membawa kucing yang terluka tadi kerumahnya, untuk di obati dan di rawat, Jo mengantar mereka pulang dngan mobil nya, pertama Jo mengantarkan Cindy terlebh dahulu, kemudian Jo mengantar kan Cleo.
* * Di depan gerbang rumah Cleo* *
"Hati hati ya di jalan :)" ucap Cleo sambil melambaikan tangan nya ke Jo.
"Iya :)" jawab Jo singkat dan menghidupkan mesin mobilnya.
"Eh tunggu dulu" ujar Cleo yang langsung berlari menghampiri mobil Jo.
"Kenapa?" kata Jo sambil membuka jendela mobilnya.
"Besok setelah pulang dari kmpus kamu mau ga temeni aku jalan jalan, tapi jangan ajak Cindy, cuma kita aja berdua :)"
" Hmmm, bagaimana ya? " pikir sejenak si Jo
" Plisss (_ _) "
" Oke Deh ! :) "
" Telemikiciw yaa, hati hati di jalan Jo :) Ujar Cleo sambil melambaikan tangan nya untuk ke 2 kali
" iya, sep :) "
Sebenarnya Jo tidak mau pergi berdua dngn Cleo, tapi dia tidak bisa menolak permintaan dari sahabatnya.
pagi hari yang sejuk di hari sabtu yang Ceria, burung berkicau merdu bertengger di atas pepohonan yang rindang.

   Jonathan baru saja tiba di kampusnya, dan tiba tiba datang 3 orang laki laki mendekatinya, mereka adalah Bima ( Kaka Cleo, Arif, Carwan ( 2 sahabat Bima )
" Hoi " Sapa Bima dngan nada ramah
" Iya , ada perlu apa bang ? " jawab Jo dngan ramah pula
" lu pasti yg namanya Jonathan ya ? , gw Bima kakanya Cleo, salam kenal, hmmm, langsung aja ya gw cerita sama lu, sebenrnya adik gw suka sama lu, gw mohon bahagiakan adik gw, karena . . . . " ucap Bima yang menatap mata Jo dngan serius
" karena apa bang ? tanya Jo dngan muka penasaran
" karena umur Cleo tidak lama lagi, dia di fonis dokter kalau umurnya tidak lama lagi, dia mengidap penyakit langka. " tutur Bima menjelaskan
" oke Bang, gw akan coba semaksimal mungkin :) "
" mohon bantuanya ya :) " ucap Bima sambil menepuk pundak Jo dangan tangan kanan

Gak lama kemudian terlihat rambut yg indah dan muka bulat seperti bakpau, dengan sigap Jo menghampiri wanita itu.
" Hallo wawa :p "
" kenapa Jo, tumben nyapa, pasti ada maunya ni -_- "
" tau aja pipi bakpau :p, lu tau Bima kakanya Cleo ga? ko gw ga pernah lihat ya? -_- "
" -_- iya tau, dia tinggal di Manchester selama 8 tahun, gw kata Cleo waktu itu, katanya si dia bru pulang kemaren, tanya ajalah sama Cleo, gw mau krimbat ni ! "
" jiah, eh Bima punya pacar ga? haha "
" punya ! namanya Nabilah, jurusan hukum, lu cari aja,orangnya manis, giginya ompong, udah ah bye ! "
" cielah cuma tanya doang, pake marah marah, hahaha, thanks ya atas info nya, babay wawa tembem :p "
 

  Sekeras batu karang, mungkin itu pribahasa buat Jo, tak puas dngan 2 orang, ia segera mencari anak hukum bernama Nabilah ( pacar Bima, Hahaha jangan pada protes :p )
setelah bertanya sana sini dngan orang di kampus, Jo menemukan kelasnya Nabilah, tanpa menunggu lama, dia masuk ke dalam kelas Nabilah, terlihat wanita yg paling Cantik di kelas itu, dengan modal nekat, Jo menhampiri cewe tsb yg sedang asik ngobrol dengan teman nya
" Nabilah ? "
" apa? siapa ya? "
" pacarnya Bima ya? "
" iya :) " Ucap Nabilah dngan senyuman nya yg indah #ompong:p ( penulis: wah yg baca kesel ni, bhahahaha, kaburr lempar Light Stick :p )
" apa benar Bima punya adik perempuan? "
" iya, ini siapa si?! sksd bgt !! "
" eh sorry, gw Jonathan "
" eh lu Jo, maaf ya, di kira siapa, ngobrolnya di luar kelas aja yaa "
" iyaa "
" woy liat cowo bening langsung ngobrol di luar, bilang Bima ni, hahaha " sambung Kinal teman kelas Nabilah
" eh, jangan,ini temen adenya Bima tau :p " jawab Nabilah, mereka berdua pun jalan menuju keluar kelas
" Jo , aku mohon sama kamu, jaga Cleo baik baik, Umur Cleo udh ga lama lagi, buat dia Bahagia ya "
" iya :') " Jawab Jo yang merasa simpati kepada Cleo.
 

Akhirnya Jo pun percaya akan kejadian ini, tak mau membuang waktunya, dia mencari Cleo, untuk menjemput nya
" meow " Bisik Jo ke telinga Cleo dari belakang
" eh? " Cleopun menengok ke arah belakang
" Ih nyebelin " sambung Cleo
" Aw sakit -_- " grutu Jo, dengan tampang cool dia memberikan bunga mawar kuning yang indah dan harum, Tampak terlihat ekspresi senang di wajah Cleo, mereka pun larut dalam suasana, hari sudah mulai gelap, hari itu adalah hari sabtu ( malam minggu ) waktu yang tepat untuk ngedate, Di bawalah Cleo nonton oleh Jo, seperti layaknya sepasang kekasih mereka sangat mesra, bergandengan tangan sepanjang jalan , setibanya di gedung bioskop kawaii48 , Cleo bertemu dengan temannya ( Melody,Ve,Frieska,Sonya & Jeje ) , seperti anak perempuan lainnya kalo ketemu temannya pasti rame ( PEngalaman gw nganterin temen -_- ), setelah berbincang bincang dan curcol Cleo & Jo pun berpisah dengan teman Cleo, Jo dan Cleo pun melanjutkan perjalanan merekauntuk Nonton, masuklah mereka ke dalam gedung, hari ini benar benar sangat kebetulan , Cleo bertemu dengan teman kelasnya yaitu ( Shanju , Dhike & Rena ) , akhirnya mereka ber 5 nonton bioskop bareng, mereka menonton film S.K.U.T tampak terlihat semua wajah pada sedih, kecuali Cleo.
" Ci , laper nih -_- " ajak Rena kepada Cleo sambil memegang perutnya
" Oke deh :D " Jawab Cleo yang penuh semangat
Mereka ber 5 pun makan di sebuah rumah makan Japan, menu makan malam mereka adalah Shushi, Rena pun makan dengan lahapnya ( apa enaknya coba ikan mentah ya -__- ?? )
*Di Rumah Cindy*
" Aduh bete banget nih malem, alexaa pergi lagi ngedate sama cowonya , arghh " Grutu Cindy dalam batinnya
" pip pip pip " suara ketikan Hp Permen asem
" Untung aja gw punya FB, Twitter,G+ , jadi ga bete bete amat, haha " Ujar jomblo yang merasa lega punya akun jejaring sosial
* FB cigull *Cindy Cllu Imooetsss beud
malming yang suram < Upstat
5 Coment 23 like
* Twitter Cindy *
Masalah buat loeee
makan permen < Ngetwteet
20 retwett 3 favorit
* G+ Cindy *
Chayank kamu
Video axis 2013 < Uploud video
10 komentar
" aduh kurang greget nih maen sosial network, biar greget nyetel Mp3 dulu, wah keong racun sama Abg tua seru juga nih ( CInta dangdut nih :p ) " Ujar seorang jomblowati yang menggerutu
" dasar kau keong racun baru kenal eh ngajak tidur syalalal " suara nyanyian Jomblowati yang fales suaranya ( Lempar Lightstick , berisik :P )
** Balik lagi ke tempat Jo **
" kenyang juga " ucap Shanju mengelus elus perutnya
" ya iyalah !! , lu kan makan 4 porsi dodol !! " sahut Dhike yang agak kesal
" Ohahah " tawa manis Shanju
Setelah makan mereka berpisah dengan Shanju, Dhike, dan Rena.
Waktu menunjukan 22.00 Wib, Jo membawa Cleo ke Monas , sampailah mereka ke Monas, sorotan lampu yg indah, suasana Romantis Begitu mencekam sangat mendukung Jo untuk mengungkapkan perasaan nya, dngan sebongkah mental dan nyali , Jo berusaha mengungkapkan perasaan nya, di keluarkanlah kotak berwarna Biru muda, Jo pun berlutut di dpan Cleo sambil memegang tangan Cleo, Jantung Cleo berdebuk kencang.
" aku sayang kamu , maukah kau menjadi pacar ku ? " ucap Jo dngan penuh keseriusan
" ( meng angguk angguk ) " Cleo tidak bisa ber ucap apa apa, tetesan air mata bahagia terkucur dari wajahnya.
jo pun langsung memakaikan cincin ke jari manis Cleo, Jo dan Cleo pun berpelukan dngan mesra di bawah sorotan bulan dan di depan monumen Nasional
malam ini sangat bahagia bagi mereka berdua
Jo pun pulang mengantarkan Cleo pulang, kata kata manis dan indah di ucapkan bergantian memuji pasangan nya.
** ke esokan harinya **
" TretTttreTttrettt " bunyi bel terdengar, Class Cindy pun usai
" huh, puyeng deh kepala ku pelajaran hari ini " grutu Cindy sambil memegang kepalanya
" ke kantin ah,kali aja ada Cleo, isengin ah, xixixi " sambung permen asem ketawa ketiwi sendirian
dalam perjalanan ke kantin,dia menegor teman teman nya, dia gadis yg lumayan ramah, banyak yg menyukainya, terlihat ada rasa iri di benaknya, ketika melihat orang orang bermesraan dngan pasangan nya, hati nya terasa mengkerut melihat Kinal Dan Roby Suap Suapan di bangku depan kelas mereka, hatinya makin mengkerut melihat Carwan menembak Ve di depan teman teman nya.
" haduh,kapan ya gw kaya gitu? " pikir Cindy dalam hati
dengan terburu buru Cindy melanjutkan perjalanan nya ke kantin, di jalan Cindy bertemu Beby Dan Ochi yg sdang asik bercanda.
" hai BeChi :p " Ucap Cindy sambil mencubit pipi Ochi
" eh gulali asin :p " jawab Beby dngan tawa kecilnya
" adawww " teriak Ochi yg kesakitan, dngan reflek dia langsung membalas perbuatn Cindy
" Ihh sakit tau manusia koprol :(, kalian liat Ratu Kucing Ga?? "
" owh Cleo Tadi Ke Kantin " Sahut Beby, Sementara itu Ochi sedan asik memakan Cemilan nya
" Thanks Ya Bebeb Barbie Jelek :p Hahaha "
" Iya Gulali asin pedes :p "
dngan jailnya Ochi melempar snacknya ke Cindy, ga mau kalah Cindy mengambil permen yg ada di tas nya, lalu dngan cepat melemparkan ke Ochi, Cindy pun kabur dngan cepatnya ( maling pasar aja kalah cepet larinya :p )
beby hanya tertawa melihat Ochi & Cindy bercanda
" Tuh Dia, Akhirnya ketemu juga, eh kok mereka suap suapan? tumben akur ._. " ujar jomblowati asem manis dalam batin nya
karena penasaran Cindy pun menghampiri mereka
" hai kucing garong :p "
" eh ada permen asem :p "
" cielah suap suapan, ada apa ini?? " tanya Cindy Sambil minum jus Cleo
" Kami baru jadian loh, hehe :D " Jawab Jo dngan santai
karena kaget jus yg sedang di minum di semburkan ke 2 mahasiswa yg bernama Olik dan Jamal
" eh sorry, sini gw bersihin " ucap cindy yg sedang mengeluarkan tissu dari tas nya
" Owh iya, gapapa, gausag :) " kata Jamal & Olik yang langsung meninggalkan Cindy
" Kenapa Cin? Kok sampe kaget begituh? " tanya Cleo agak serius
" eh gapapa ko, selamat ya :D " Jawab Cindy dngan senyuman indahnya
" eh gw ke sana dulu ya, ada yg ketinggalan. Bye~ :) " Ucap Cindy kepada Jo & Cleo sambil melambaikan tangan nya
Cindy pun pergi meninggalkan mereka. dngan langkah kaki yg agak cepat dia pergi ke toilet
" plak plak " bunyi tangan Cindy menampar pipi nya dngan perlahan
" ini bukan mimpi kan? " ucap Cindy sambil bercermin di toilet kampus
" oh Tuhan, Sabarkanlah aku tuk menghadapi cobaan ini, berikanlah aku jalan terang-MU ya Tuhan :'( ujar Cindy dalam hati nya, tak terasa air mata menetes dari pipi nya.
Cindy seakan tidak percaya cowo yang ia sukai jadian dngan sahabatnya sendiri, pecah berkeping keping hati Cindy *cielahlebay:p , Setelah kejadian itu dia ( Cindy ) Mengurung diri di kamarnya, tetes demi tetes air mata mengalir deras.
Di bantal kesayangan nya, hanya boneka yang berbentuk panda yang menemaninya saat itu, matanya pun agak bengkok karena menangis terus, rasa benci dan kecewa membuatnya jadi gelap mata, semula Cindy yang berpenampilan pemimpin berubah drastis menjadi tomboy, celana jeans robek robek di lutut, kemeja panjang, dan memakai kaca mata hitam menjadi mode berpakaian nya akhir akhir ini, dari Cindy yang ramah,lucu sekarang menjadi jutek dan agak sombong , sampai pada suatu ketika datang seorang gadis cantik jelita, bertubuh tinggi berparas japan, cewe itu adalah Haruka.
" Eh cewe bego jangan deketin cowo gw !!! , dasar cewe kegatelan !! " ucap Haruka kesal kepada Cindy
" eh woles dong congor babi !!, siapa juga yg dketin cowo lo !!, cowo lo aja yg ke gatelan !! jawab Cindy dngan kesal sambil menunjuk wajah haruka, akhirnya mereka berduapun berantem, maen jambak jambakan.
" STOP!!, Kalo mau berantem jangan di sini, di luar saja sana " Ucap Mayuyu kaka kelas Cindy yang mencoba melerai.
mereka berdua di lerai oleh Mayuyu teman Cleo, sekaligus kaka kelas Cindy, Mayuyu adalah seorang gadis yang Canti, Dia menjadi sorotan anak kampus karena suaranya yg unik.

sore hari nya Cindy di panggil Rektor U-jkt48 , Rektor sangat kecewa kepada Cindy karena sifatnya berubah, dngan keputusan yang bijak Tomomi Ogawa Menskor Cindy selama 3 hari, ternyata yg mengadukan Cindy adalah Aziz seorang mahasiswa yg di tolak cintanya oleh Cindy , bukan hanya Aziz saja, tapi Andres,Bambang,Arif,Vicio Juga di tolak cintanya mentah mentah, nampaknya setelah Cindy berubah, dia menjadi tenar, tapi bukan tenar dalam hal yg positif, Cindy di cap sebagai perempuan nakal, banyak cewe cewe kampus melabrak Cindy, Karena Cindy rada genit kepada cowo cowo kampus, Cleo pun mendengar tentang Cindy yang berubah drastis, Cleo mendapatkan berita tsb dari Alexaa ( adik Cindy ) ,sehingga ia ber inisiatif untuk menemui Cindy, Pada Suatu sore , Cleo pergi ke tempat Billiard, Cleo mendapatkan berita bahwa sahabatnya sering nongkrong di situ akhir akhir ini.
" Hai Cindy, Udah berapa lama ni kita ga ketemu ? " Sapa Cleo dengan ramah kepada Cindy, Cindy hanya terdiam dan melanjutkan bermain billiardnya
" Cindy, Kamu kenapa? kok kamu berubah? " sambukng Cleo
" karena lu dan Jo !! Gw jadi seperti ini "
" Lho kok gara gara aku dan Jo ? Salah kami apa ? "
" Fikir Sendiri !! "
" Kamu cemburu? aku kira kamu senang aku Jadian sama Jo ? "
" PERGI SANA!!! JANGAN GANGGU GW !!! " Ujar Cindy yang marah sambil membanting stick billiard kemudian ia lekas pergi

Tetes demi tetes air mata Cleo menjatuhi lantai tempat Billiard, tak sanggup Cleo berkata kata, Cleo hanya menatap kosong ke arah lampu yg terang, ternyata di sana ada sobat Jo yg sdang main billiard, dngan cepat dia menghubungi Jo agar dapat segera ke tempat Billiard untuk menjemput Cleo, Tak lama kemudian datanglah Jo mengenakan jaket kulit warna Hitam.
" Cleo?!! Kamu kenapa? apa yang terjadi ? "
Cleo hanya terdiam
" Cleo ?!! " ucap Jo sambil menggoyangkan tubuh Cleo lalu menatap mata Cleo yg indah
" Cindy jahat Jo :'( hiks hiks "

Cleo Menjelaskan kepada Jo apa yg terjadi di antara mereka dan Cindy, Kemudian Jo membawa Cleo Ke taman tempat mereka berdua bertemu, duduklah mereka Berdua di bangku taman, Cleo mash terpukul atas kejadian yg menimpanya, Cleo menangs tersedu sedu di pundak Jo, Jo hanya bisa menyemangati Cleo dngan cara yg ia bisa, 1 jam 2 jam 3 jam, Cleo akhirnya berhenti menangis
" Uhuk !! "
" Kamu kenapa Ci ? "
Cleopun Pingsan di tempat, wajahnya sudah pucat keputihan
Jo langsung membawanya ke rumah sakit
" Cleo bertahanlah aku tak bisa hidup tanpa mu ? :'( " ucap Jo kepada Cleo yg mau di bawa keruang UGD
" Maaf pak, sampai di sini saja, bpk ga boleh masuk, serahkan saja pada kami " ucap salah seorang suster.
   Kemudian Jo menggubungi keluarga, dan semua Teman Cleo, tak lama kemudian semua orang yg di hubungi datang, kecuali Cindy, Dokter sudah ber usaha menyelamatkan Cleo, tapi apa daya, Cleo mash di ambang kehidupan, dia mash koma, setelah beberapa jam Jo , keluarga dan teman teman nya boleh masuk ke dalam ruangan, terlihat terbaring Bidadari tanpa sayap di ranjang rumah sakit.
Jo menghampiri Cleo yg terbaring koma.
" aku mencintai mu Cleo, aku ingin menikahi mu, mempunyai 2 anak , 1 laki laki, 1 perempuan, dan kelak kita akan menikmati masa masa tua kita dengan melihat cucu cucu kita, jangan tinggalkan aku " ucap Jo berbisik di telinga Cleo sambil menangis.
" TIIITTTTTT "
" CLEO !!! " Teriak Histeris Jo, Semua yg datang melihat Cleo Pun menangis.
Hujan pun turun, sepertinya langit pun bersedih, Cleo tidak selamat, dia meninggal duniaa, Jo hanya bisa memeluk jasad orang yang ia Cintai.
Ke esokan nya pemakaman untuk Cleo pun di lakukan, Cleo di kubur di samping kuburan kakek dan neneknya, banyak orang berdatangan, terlihat semua memakai baju berwarna hitam, mereka menaburkan bunga di makam Cleo
** 2 hari kemudian **
Ibu Cleo menemukan sebuah surat di meja tepatnya di kamar Cleo, terlihat ada sebuah kata, kata tersebut adalah " Dear Jo my lovely "
Dengan inisiatif, ibu Cleo memberikan surat tsb kepada Jo, Jo menerimanya dngan senang hati, dngan perlahan dia membuka isi surat itu
" Untuk kekasih hati ku, terimakasih atas waktu yg engkau luangkan untuk ku, hari hari ku indah bersama mu, aku mencintai mu Jo :) "
tertulis di surat tersebut.
" Aku juga mencintai mu Cleopatra "
Cindy menjadi Gilla stelah beberapa tahun akibat perbutannya sering keluar malam, sedangkan Jo lain berbeda dengan Cindy, Karena Cintanya yang begitu besar kepada Cleo, dia tidak menikahi seorang perempuan, karena hatinya untuk Cleo seorang, Jo akhirnya membuat sebuah panti asuhan yang besar, kehidupannya sangat bahagia ketika melihat senyuman para malaikat kecil.


< THE END >